Kisah Hero Melissa: Gadis Pecinta Boneka dengan Kekuatan Sihir yang Misterius - Teh90blog

Kisah Hero Melissa: Gadis Pecinta Boneka dengan Kekuatan Sihir yang Misterius

Kisah Hero Melissa

Dahulu ada sebuah toko penjahit kecil yang tak terlalu terkenal, letaknya di sebuah jalanan yang sibuk di Lumina City, ibu kota Moniyan Empire. Pemiliknya merupakan seorang wanita anggun dengan senyuman lesu yang nampak selalu menghiasi wajahnya, dia memiliki seorang putri yang terampil dan cerdas bernama Melissa. Ibu dan anak ini menjalani hidup yang sulit, tetapi seberapa pun sulitnya keadaan mereka, Melissa selalu mengenakan pakaian yang bersih, sepatu yang mengkilap, pada beberapa bagiannya terdapat jahitan yang dia buat sendiri dengan pola yang lucu. Melissa merupakan anak yang nakal, tapi perhatian dan bijaksana. Saat Melissa menjaga toko, dia akan menolong ibunya dengan menjahit dan menyingkirkan pakaian yang robek. Walaupun selama ini mereka hanya hidup berdua, Melissa tak pernah sekalipun menanyakan keberadaan ayahnya, yang dia pikirkan saat itu hanyalah bagaimana cara membuat hidupnya lebih baik dengan ibunya.

Sejak kecil, Melissa selalu menginginkan sebuah boneka kain yang cantik, namun keinginannya itu tidak pernah dia beritahukan kepada ibunya karena dia tahu bahwa ibunya sedang sakit dan sangat membutuhkan biaya untuk pergi ke dokter. Oleh karena itu, setiap kali Melissa melewati toko boneka yang diinginkannya, dia akan mengintip melihat ke dalam toko, dan pemilik toko yang menjengkelkan itu selalu saja mencoba menakutinya dengan berbagai cara. Akan tetapi, Melissa tidak takut sedikitpun, sehingga pada akhirnya pemilik toko itu menyerah, membiarkan Melissa masuk dan memandangi berbagai boneka yang selama ini menjadi impiannya.

Suatu hari, setelah toko penjahit mereka tutup, secara mengejutkan ibu Melissa memberikannya sebuah boneka kain yang dijahit dengan kumpulan kain perca. Ternyata, selama ini ibu Melissa tahu bahwa anaknya itu sangat menginginkan sebuah boneka kain. Oleh karena itu, secara diam - diam, ibu Melissa membuatkannya sebuah boneka kain seadanya. Menerima hadiah boneka kain buatan ibunya, Melissa merasa sangat senang. Saking senangnya, dia pun membawa boneka itu kemana pun dia pergi. Masa kecil Melissa pun berlalu, dan Melissa kecil yang selalu berlari - lari di jalanan kini telah tumbuh menjadi seorang wanita cantik. Melihat anaknya tumbuh dewasa, ibunya selalu ingin segera melihat Melissa menikah dengan gaun pengantin yang indah yang dia buatkan untuknya. Tetapi sayangnya, dia meninggalkan Melissa untuk selama - lamanya sebelum keinginannya itu terwujud.

Setelah ibu Melissa meninggal, toko penjahit kecil miliknya pun ditutup, dan sosok ayah yang selama ini belum pernah Melissa lihat, secara mendadak muncul dan membawanya untuk ikut. Melissa pun pergi ke rumah ayahnya, dan di sana dia menemukan bahwa ibunya dulu merupakan salah satu bagian dari keluarga Paxley. Setelah memutuskan hubungan dengan keluarga bangsawan itu, dia kabur dan menikah dengan ayah Melissa, yang kemudian ditinggalkan sehingga Melissa menjadi anak yang tidak sah. Setelah itu, ayah Melissa berulang kali berusaha untuk menebus kesalahannya karena telah membuang Melissa. Namun seberapa keras pun dia mencoba, dia tidak dapat memberinya hak yang dapat membuatnya menjadi anak yang sah. Ketika saudari tirinya yang merupakan seorang nona muda yang anggun dan berwibawa dikenalkan dengan Melissa, rasa iri dan benci dalam dirinya kepada Melisa pun langsung tumbuh. Dia berpikir Melissa telah masuk dan mencoba mengambil seluruh keluarganya, sehingga dia selalu mengganggu Melissa ketika ayah mereka sedang tidak ada di rumah, namun Melissa selalu sabar dan berpura - pura tidak peduli atas semua perlakuan saudari tirinya itu.

Melissa Quote

Setiap malam, hanya boneka kain pemberian ibunya yang menemani Melissa. Hanya dengan memandangi boneka itu, Melissa dapat merasakan bahwa ibunya selalu ada bersamanya, sehingga ketika dia ingin menangis, boneka itu selalu dipeluknya untuk menahan air mata. Akan tetapi, ternyata saudari tirinya itu tidak menyukai boneka kesayangan Melissa. Menurutnya, boneka itu sudah usang dan tempat yang seharusnya cocok untuknya adalah di tempat sampah, bukan di dalam rumah mewah. Suatu ketika, boneka itu dirobeknya dengan sengaja dan berpura - pura menyuruh Melissa membuang boneka yang rusak dan jelek itu dan menerima salah satu boneka lamanya sebagai gantinya.

Walaupun Melissa berpura - pura setuju, namun dalam lubuk hatinya dia menyimpan rasa sedihnya yang amat dalam, tidak mungkin baginya membuang boneka pemberian ibunya itu dengan mudah. Sejak saat itu, setiap kali dia diganggu, Melissa akan memukul boneka pemberian saudari tirinya itu, yang memiliki ikatan simpul favorit saudarinya yang telah dijahit menyatu dengan boneka, sehingga boneka itu terlihat persis seperti saudari tirinya sendiri. Suatu ketika, ketika Melissa melampiaskan amarahnya kepada boneka itu, secara tidak sengaja dia menyadari bahwa sepertinya perlakuannya selama ini kepada boneka itu benar - benar memberi pengaruh kepada saudari tirinya. Kecurigaannya itu terbukti setelah beberapa kali percobaan, yang akhirnya memunculkan sebuah ide gila dalam pikiran Melissa.

Suatu hari, terdapat pesta yang sangat megah di rumah itu sebagai acara perayaan dari ulang tahun saudari tiri Melissa. Seluruh tamu penting ikut hadir dalam pesta tersebut, tetapi sebagai anak tidak sah yang seharusnya tidak dilihat oleh banyak orang, Melissa tetap berada di kamarnya. Dari dalam kamar, Melissa melihat bahwa saudari tirinya itu kini sedang menunjukkan bakatnya dalam memainkan piano ke semua orang di dalam ruangan itu. Ketika saudarinya terlihat duduk dengan anggun dan disambut tepuk tangan yang meriah dari para tamu, Melissa juga bersiap - siap dengan wajah menyeringainya yang sangat menakutkan. Dengan cermat, dia mengikuti irama dari lagu piano dengan satu tangan, sementara tangannya yang lain bersiap untuk memukul "boneka yang mirip dengan saudari tirinya itu". Suara piano yang indah mengisi ruangan tersebut, dan lagu pun akan tiba di bagian puncaknya. Saat saudarinya dengan percaya diri memainkan piano, Melissa memukul boneka itu, dia selama ini telah melatihnya sampai sempurna untuk mengacaukan pertunjukan saudarinya itu. Setelah boneka itu dipukul, dengan sekejap lagu yang dimainkan oleh saudarinya itu mulai terdengar aneh. Tangannya seolah bergerak sendiri dan memainkan nada yang salah, dan itu terus berulang sampai para tamu mulai berbisik satu sama lain karena melodi yang terdengar sekarang terdengar makin sumbang.

Wajah saudari tiri Melissa itu pun memerah, hingga akhirnya dia kesal dan menghempaskan piano sambil berteriak ke arah kamar Melissa hingga seluruh penonton terdiam seketika. Dia tahu bahwa ini semua pasti ulah dari Melissa, anak tidak sah dari ayahnya yang tak pernah diharapkan. Dengan cepat, dia dan beberapa pelayan bergegas masuk ke dalam kamar Melissa, namun setibanya disana, tidak ada seorang pun yang nampak, Melissa ternyata telah kabur duluan sebelum para pelayan tersebut sampai ke dalam kamarnya. Dengan pakaian lamanya dan tas kecil yang lengkap dengan koleksi bonekanya, Melissa berjalan menjauh dari rumah ayahnya dan kembali berkelana di jalan yang dulu dia kenal.

Pada suatu malam, dia memimpikan boneka pemberian ibunya, Cuddles namanya. Dalam mimpinya itu, Cuddles berbicara kepadanya dengan suara ibunya yang sangat lembut, memberitahunya agar tidak takut karena dia akan selalu melindunginya. Hal itu pun lantas membuat Melissa sangat gembira, sehingga dengan cepat dia melompat ke arah ibunya, bergegas untuk memeluknya dengan penuh air mata. Namun sebelum hal itu terjadi, hujan yang deras terlebih dahulu membangunkan Melissa dari mimpinya. Di tengah hujan yang deras itu, terlihat sebuah energi sihir yang keluar dari tubuh Melissa secara perlahan, energi sihir itu merupakan sebuah kemampuan sihir hitam yang diturunkan secara turun - temurun, dan Melissa mendapatkannya tepat setelah dia bermimpi tentang ibunya.

Setelah kejadian malam itu, Melissa memutuskan untuk menetap dan membuka kembali sebuah toko penjahit kecil di Lumina City, persis dengan apa yang dilakukan ibunya dulu. Semua hal yang berada di dalam tokonya Melissa susun persis dengan apa yang dia lihat pada toko ibunya, dengan berbagai macam boneka yang tergantung di mana - mana. Duduk di belakang meja loket, Melissa selalu meletakkan kakinya di atas meja dan memandang kesibukan dunia luar dengan tatapan dingin dan senyuman sinis.

Melissa Quote

Meskipun toko Melissa ini terlihat seperti toko penjahit biasa, namun Melissa dapat menjamin bahwa seluruh permasalahan pelanggannya yang datang akan diselesaikan. Di umurnya yang menginjak 16 tahun, Melissa benar - benar berhasil menyelesaikan setiap masalah dari pelanggannya. Dia selalu menciptakan ide - ide yang tidak terduga untuk berurusan dengan targetnya, entah itu menukar kontrak yang telah melewati batas waktu dengan penagih utang, atau memberitahu seorang anak gelandangan untuk memegang tangan seorang pengantin pria yang meninggalkan cintanya dan memanggilnya ayah di acara pernikahannya. Entah bagaimana caranya, faktanya Melissa bisa melakukan semua itu hanya dengan bantuan jarum dan para bonekanya. Ketika para target datang untuk membalas dendam kepada Melissa, dia hanya akan menyeringai seperti biasanya dan membuat mereka mengingat bagaimana rasanya berurusan dengan jarum - jarum terkutuknya.

Tidak lama setelah dia membuka tokonya, para kaum bangsawan pun ikut membicarakannya. Banyak dari mereka percaya bahwa Melissa benar - benar dapat menyelesaikan apapun permasalahan yang sedang mereka hadapi. Oleh karena itu, jika anda juga terjebak dalam masalah di Lumina City, pergilah ke Toko Penjahit kecil yang terletak di tengah kota tersebut dan temui pemiliknya, Melissa.

~Tamat.~


KATA - KATA MELISSA

Need some stitches? I can help
Butuh beberapa jahitan? Aku dapat membantu

If only she could be with me now
Andai dia dapat bersamaku sekarang

How are you? Oh wait, I just realized, I don't care
Bagaimana kabarmu? Tunggu, aku baru sadar, aku tidak peduli

My life, my choice
Hidupku, pilihanku

The distance beetwen life and death is shorter than my needle
Jarak antara hidup dan mati lebih pendek dari jarumku

I don't trust words, they can hurt like weapons
Aku tidak percaya kata - kata, karena mereka dapat melukai layaknya senjata

If regret had a flavor, they'd be the first ones to taste it
Jika penyesalan memiliki rasa, mereka akan menjadi orang pertama yang merasakannya

Just a small fight, like playing house!
Hanya perkelahian kecil, seperti bermain boneka!

Oops, somebody's got their stuffing pulled out
Oops, seseorang sedang kesal

Time for some needlework
Waktunya untuk menjahit

Business? Not my thing. Annoyances? You got me
Bisnis? Bukan urusanku. Mengesalkan? Itulah aku

Didn't your mother ever tell you? Never get too close to needles
Bukankah ibumu pernah memberitahumu? Jangan bermain - main dengan jarum

Look at them, wandering like pathetic abandoned dolls
Lihat mereka, berkeliaran seperti boneka terbengkalai yang menyedihkan

Say "stitcheese!"
Katakan "stitcheese!"

Giggles? Muddles? Get ready!
Giggles? Muddles? Bersiaplah!

My needle is more than a doll sewing tool
Jarumku lebih dari alat untuk merajut boneka

Rules? Haa! Whatever
Aturan? Haa! Terserah

Need to stitches up their noisy mouth right away
Perlu bagiku untuk menjahit mulut mereka yang berisik

They give me my fees, I fill their needs. Fair deal
Mereka membayarku dan aku memenuhi permintaan mereka. Pertukaran yang adil

Good girls avoid trouble, while I make it
Gadis yang baik menghindari masalah, sedangkan aku malah membuatnya

I'm not alone, I have my dolls
Aku tidak sendirian, aku bersama bonekaku

What are you doing here, Yin? Were the errands all done?
Apa yang kamu lakukan disini, Yin? Apakah tugasmu sudah selesai?

Does it feel like doing a puppet show when your body's controlled? Amusing
Ketika tubuhmu dikendalikan, apa rasanya seperti melakukan pertunjukan boneka? Menarik

Skill 1

Stay close!
Tetap didekatku!

Skill 2

Your turn, Muddles!
Giliranmu, Muddles!

Ultimate

Get lost!
Menjauhlah!

Catch up!
Rasakan ini!

Death

Oh no, the curse rebounded?
Oh tidak, apakah kutukannya kembali?

Ah, got pricked
Ah, aku tertusuk

***

Sekian pembahasan saya terkait kisah hero Melissa. Apabila ada dari kalian yang menginginkan pembahasan kisah hero Mobile Legends lainnya, silahkan tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa untuk selalu kunjungi teh90blog.com, karena blog ini akan terus memberikan info yang menarik terkait game Mobile Legends.

Terima kasih.

0 Response to "Kisah Hero Melissa: Gadis Pecinta Boneka dengan Kekuatan Sihir yang Misterius"

Posting Komentar

*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel