Kisah Hero Chou: Sang Ahli Kung-Fu yang Baik Hati - Teh90blog

Kisah Hero Chou: Sang Ahli Kung-Fu yang Baik Hati

Kisah Hero Chou

Chou terlahir di daerah kumuh terpencil dalam pusat kemiskinan, wilayah tempat tinggal Chou sejak dulu memang sudah dikenal sebagai wilayah yang jauh dari kata sejahtera. Meskipun kondisi ekonominya sangat mengerikan, Chou masih menjaga kebaikan hatinya. Hari demi hari Chou terus menjaga semua orang di sana dengan penuh semangat, menghibur mereka dengan tulus agar seluruh kesulitan yang sedang mereka hadapi seketika itu sirna, tertutup dengan senyum manis kebahagiaan yang tulus terlukis dalam setiap wajah mereka.

Sebagian besar warga penduduk di desa Chou hanya berpencaharian sebagai pemulung. Setiap hari, mereka memungut segala rongsokan besi bekas yang berasal dari wilayah Euriditio. Konsep kesederhanaan sudah menjadi gaya hidup bagi seluruh warga desa, semuanya sama rata, hidup sengsara, namun mereka masih bisa tertawa, menikmati kebahagiaan yang fana bersama Chou dan warga desa lainnya.

Akan tetapi, suatu hari terdapat sebuah kabar mengejutkan datang, banyak orang mengatakan bahwa sebuah kekacauan dan kerusuhan besar kini melanda di seluruh kawasan Land of Dawn. Kekacauan tersebut menyebar dengan cepat dan akhirnya mulai mempengaruhi daerah terpencil tempat tinggal Chou tersebut. Semua orang pun mulai panik, mereka berlarian pergi dari desa itu, mencari tempat tinggal lain yang lebih aman. Walaupun begitu, Chou masih tetap tinggal, tak seperti warga desa yang lain, Chou masih berusaha membantu setiap orang yang membutuhkan bantuan. 

Quote Chou

Kala itu terlihat seorang biksu yang nampak berlari sambil meminta pertolongan, dari kejauhan terlihat pula sekelompok orang yang nampak sedang mencoba untuk mengejar biksu tersebut. Dengan sigap Chou pun langsung datang dan menghadang mereka, walaupun sebenarnya Chou tidak memiliki skill bela diri sedikitpun, dia tetap berusaha berjuang demi keselamatan biksu tersebut. Seolah mendapatkan keajaiban, Chou berhasil mengalahkan mereka dengan tangan kosong, lalu dia mengajak biksu tersebut untuk beristirahat di rumahnya yang sangat sederhana.

Sebagai imbalannya, biksu tersebut memberi kemampuan Asian Kung-Fu kuno kepada Chou. Pada awalnya, Chou sempat ragu akan tawaran biksu tersebut. Jauh dalam lubuk hatinya dia berpikir bahwa tak pantas baginya mendapatkan ilmu dari biksu tersebut hanya karena telah menolongnya. Namun karena sang biksu terus memaksa, maka tak ada lagi yang dapat Chou lakukan, dia pun akhirnya memulai pelatihannya sebagai ahli Kung-Fu di bawah ajaran sang biksu.

Setiap hari Chou mendapatkan berbagai latihan yang keras, kekuatan tubuhnya kini bahkan sudah berkali - kali lipat lebih kuat dari sebelumnya. Namun itu saja tidak cukup, Chou juga diharuskan untuk menguasai berbagai jurus dengan kesulitan yang lebih ekstra lagi. Tubuhnya bahkan seringkali mengalami cidera berkat pelatihan tersebut, namun itu semua tak menyurutkan semangat Chou sedikitpun. Mau bagaimanapun juga, ini semua juga demi kebaikannya agar kelak dia dapat menyelamatkan orang banyak.

Quote Chou

Bertahun - tahun setelahnya, Chou pun akhirnya sudah berhasil menguasai jurus terakhir. Jurus itu dia namai "The Way of Dragon" karena gerakannya terlihat seperti naga yang sedang terbang meliuk - liuk di atas langit sambil menerkam mangsanya. Setelah itu, biksu tersebut mengatakan kepadanya bahwa dunia ini membutuhkan seorang pahlawan nyata yang berjuang mengakhiri semua kekacauan yang sekarang sedang terjadi. Chou pun lalu bersumpah bahwa dia akan memulai perjalanannya di Land of Dawn untuk menjadi seorang pahlawan sejati. Ketika Chou pergi, biksu tersebut terlihat mengangguk sebelum akhirnya menghilang di tengah kabut.

~Tamat.~


KATA - KATA CHOU

Wipe out fully injustice in the world
Hapus semua ketidakadilan di dunia

Empty your cup and order to fill it again
Kosongkan cangkirmu agar dapat diisi kembali

The man who can beat me has not yet been born yet
Seseorang yang dapat mengalahkanku masih belum lahir

Knowing is not enough, we must apply
Mengetahuinya saja tidak cukup, kita harus melakukannya

Not knowing oneself, that's the worse
Tidak mengetahui diri sendiri, itu yang terburuk

Boxing is not a way to hurt somebody, but in order
Tinju bukanlah cara untuk menyakiti seseorang, melainkan untuk ketertiban

***

Sekian pembahasan saya terkait kisah hero Chou. Apabila ada dari kalian yang menginginkan pembahasan kisah hero Mobile Legends lainnya, silahkan tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa untuk selalu kunjungi teh90blog.com, karena blog ini akan terus memberikan info yang menarik terkait game Mobile Legends.

Terima kasih.

0 Response to "Kisah Hero Chou: Sang Ahli Kung-Fu yang Baik Hati"

Posting Komentar

*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel