Kisah Hero Alice: Ratu Penguasa Ras Blood Demon - Teh90blog

Kisah Hero Alice: Ratu Penguasa Ras Blood Demon

Di awal Era of Strife, umat manusia merupakan ras yang baru dan lemah di Land of Dawn. Pada awalnya, manusia dipercaya muncul dari gabungan antara cahaya dan kegelapan. 

Potensi yang terkandung dalam umat manusia juga merupakan gabungan dari kedua unsur tersebut yang akhirnya membuat manusia banyak dikenal sebagai makhluk yang baik sekaligus jahat. Manusia dapat mengorbankan hidup mereka demi keadilan, tetapi juga dapat mengkhianati temannya untuk keinginan mereka sendiri.

Walaupun begitu, kerja keras yang diberikan oleh manusia di seluruh penjuru dunia mampu membuat sejarah mereka sendiri. Manusia cenderung melakukan pertempuran untuk mendapatkan kepercayaan satu sama lain, serta memperluas area kekuasaan dan pengaruhnya.

Setelah perkembangan selama lebih dari satu abad, terdapat sebuah keluarga yang dikenal paling berkuasa dan paling kaya dari seluruh umat manusia di dunia. Keluarga itu bernama Antalus, dengan Braun sebagai kepala keluarga.

Braun memiliki 3 orang anak, yang paling bungsu bernama Alice, sejak kecil Alice diperlakukan berbeda dari anak Braun lainnya, karena ia bukanlah keturunan asli dari keluarga Antalus. Banyak orang menganggap bahwa Alice merupakan anak yang tidak sah dan tidak layak untuk tinggal di keluarga tersebut. Oleh karena itulah, orang-orang selalu mengabaikan Alice dan tidak ada seorang pun yang mau berteman dengannya.


Lingkungannya yang terlalu buruk membuat Alice tumbuh menjadi gadis yang pendendam. Kegelapan terus menyebar dalam hatinya sampai tak ada lagi satupun nilai kebaikan yang dapat diingatnya. Alice membenci semua orang disekitarnya, membenci dewa munafik yang dipercayai oleh keluarganya, membiarkan kegelapan terus menggerogoti tubuhnya.

Suatu hari, para prajurit yang kembali dari medan perang berkelahi untuk merebut hasil jarahan dan membaginya seperti biasa. Alice melihatnya dari tempat yang tak begitu jatuh dengan tatapan dingin.

"Mengapa kalian membawa kembali sampah seperti ini? Benda ini sangat merusak pandanganku." Seseorang berkata demikian sambil melemparkan sebuah manik ke tanah. 

Alice melihat ke arah manik tersebut, sekilas dalam pandangan Alice, terlihat bahwa manik itu sangat indah dengan warna merah mawar yang bersinar mengelilinya. Banda itu sama sekali bukan seperti sampah bagi Alice, tidak seperti kata orang itu yang menganggap bahwa manik tersebut kusam dan tak berharga sedikitpun.

Setelah orang-orang mulai pergi, Alice kemudian menghampiri manik itu dan berniat untuk mengambilnya sebagai koleksi. Secara ajaib, ketika Alice menyentuhnya, sebuah suara aneh mulai masuk ke kepalanya. Suara itu terdengar sangat berat sekali dan menyeramkan, seperti layaknya suara iblis.

"Serahkan jiwamu, Alice. Terima kekuatan kami dan kamu akan memperoleh semua yang kamu inginkan." Kalimat itu berulang kali masuk ke kepala Alice yang seketika membuatnya diam tak bergeming sedikitpun.

"Jika aku memperoleh semua yang aku inginkan, lalu apa yang kau inginkan dariku sebagai imbalannya?" Jawab Alice dengan suaranya yang lirih. Alice masih tak yakin suara siapa yang dia dengarkan saat itu, yang jelas suaranya tampak memiliki kekuatan yang sangat besar di dalamnya.

"Sangat sederhana, yang kuinginkan hanyalah keyakinan dan kepercayaan keluargamu. Tinggalkan Lord of Light dan terjun ke dalam Abyss." Begitulah suara terakhir yang masuk ke kepala Alice, sebelum akhirnya Alice menyadari bahwa daritadi dia hanyalah diam mematung di tempat dia menemukan manik yang kini ada di genggamannya.

Alice masih belum mengerti apakah kejadian yang baru saja dia alami adalah nyata, namun dia masih memikirkan penawaran dari iblis tersebut yang hanya meminta sebuah kepercayaan darinya.

Kepercayaan bukanlah masalah besar untuk Alice, tetapi dia mengingat janji yang selalu akan dia utarakan setiap kali dia memberikan persembahan.
"Cahaya suci yang tidak pernah padam akan menghukum seluruh pengkhianat."
Janji tersebut sudah tertanam ke diri Alice sejak kecil, dia percaya bahwa janji tersebut benar adanya, walaupun sampai saat ini dia tidak tahu apa maksud dari hukuman yang dimaksud. 

Ketika Alice masih memikirkannya, kakak dari Alice, Simon, mulai menghampirinya. Dia menghampiri Alice dan mendorongnya dengan kasar hingga terjatuh.

"Kau, kau orang yang tidak berguna. Apa yang sedang kau lakukan disini?" Teriak Simon melihat Alice telah jatuh tersungkur di hadapannya.

Melihat bahwa Alice tidak akan menjawabnya, dia mengambil manik yang sedang digenggam Alice. Alice berusaha merebutnya kembali, tetapi dia langsung menendangnya dengan keras. 

"Seorang anak yang tidak sah tetaplah menjadi tidak sah, manik yang rusak ini bahkan tidak cocok untukmu, Alice." Kata Simon.

Dia melihat kembali ke arah Alice, yang belum juga bangkit, dia mendengus dengan kasar, dan melanjutkan.

"Hmm, kalau dilihat lagi kau sama seperti benda ini, sampah yang tidak berguna!"

Manik itu dilemparkannya dengan keras ke perut Alice. Tak hanya itu, Simon kemudian menendangi Alice berkali-kali sampai tubuhnya babak belur.

Rasa sakit yang dirasakan Alice membuat Alice berteriak dengan suara yang mengerikan. Suara dari Alice itu menarik perhatian semua orang di sekitar. Banyak orang yang mendatangi Alice, namun tak ada satupun yang berniat untuk menolongnya. Sebaliknya, mereka malah menertawakan Alice yang masih ditendangi oleh Simon tanpa kenal ampun.

Gelak tawa memenuhi tempat itu untuk beberapa saat, hingga Alice mulai merasa kehabisan nafas. Melihat Alice sudah tak mampu bergerak lagi, Simon langsung meninggalkannya begitu saja. Seluruh orang yang mengerubunginya sejak tadi juga langsung pergi, tidak peduli seburuk apapun keadaan yang dialami oleh Alice saat itu.

Setelah semua orang pergi, seluruh penghinaan dan frustasi akhirnya terlepas pada diri Alice. Dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia mencoba berkomunikasi pada iblis itu tadi lewat Manik yang ada di genggamannya.

"Jika aku berhasil, apakah engkau akan memberikanku cukup kekuatan untuk menghabisi seluruh nyawa umat manusia?" Tanya Alice.

"Tentu saja, Alice" Jawab Iblis itu dengan yakin.

"Baiklah, maka aku akan berjanji padamu." Alice menyanggupi permintaan Iblis itu tanpa keraguan sedikitpun.

"Bagus sekali Alice, hahhahahahaha" Tawa jahat Iblis mulai terdengar yang menandakan bahwa hal yang ia inginkan kini telah tercapai.

Suatu energi yang berpendar menciptakan sebuah tanda hitam di belakang tangan Alice, dan kemudian menghilang. Dia menyimpan manik itu lagi dan pergi dengan terhuyung-huyung.

Bertahun-tahun setelahnya, saat Braun sudah lanjut usia, dan penerus keluarga Antalus belum juga dipilih. Dari kedua anak laki-lakinya, Simon yang lebih muda adalah sosok yang lebih disukainya. Namun, keputusan itu pasti tidak akan disetujui oleh anak tertuanya yang bernama Colin. Alice mengetahui bahwa momen ini adalah cara terbaiknya untuk mengadu domba keluarga Antalus.

Alice diam-diam memprovokasi kebencian di antara kedua kakak-beradit itu, dan menggunakan kekuatan ini untuk memisahkan seluruh anggota suku menjadi dua pihak yang saling bertarung. Di waktu ini, Alice selalu tinggal di sisi Braun, bermain peran sebagai anak perempuan yang baik, sembari menghasut Braun bahwa kedua anaknya ingin membunuhnya dan merebut kedudukannya sebagai kepala keluarga tertinggi.

Tanpa banyak usaha dari Alice, hubungan keluarga antara seorang ayah dengan kedua anaknya kini mulai hancur akibat perebutan kekuasaan. Colin akhirnya berhasil membunuh adiknya sendiri, Simon, dan Braun akhirnya mengeksekusi Colin, karena dia takut bahwa nanti dia yang akan menjadi target pembunuhan selanjutnya, seperti yang dikatakan oleh Alice.

Setelah Colin meninggal, Braun kemudian jatuh sakit, dan Alice memutuskan untuk mengambil tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Keluarga tersebut akhirnya benar-benar berada di bawah pengaruh Alice sekarang, dia terus memperoleh kepercayaan dari sukunya, sebab kesetiaannya pada Braun yang sangat tinggi. Bahkan, Alice merupakan satu-satunya orang yang dengan tulus merawat Braun saat jatuh sakit. Walaupun kelakuan Alice saat itu dinilai sangat baik, namun tanpa disangka hal itu ternyata hanya bagian dari salah satu rencana jahat yang sudah direncanakan oleh Alice sejak awal.

Alice memang sengaja berperilaku baik kepada Braun untuk mendapatkan posisi sebagai kepala keluarga Antalus, sekaligus dapat membunuh Braun di saat yang tepat. Dan benar saja, saat Braun telah mulai sekarat akibat penyakitnya yang tak kunjung sembuh, Alice diam-diam mulai meracuni makanan Braun dan membunuhnya.

Saat upacara pemakaman Braun selesai, banyak anggota keluarga Antalus mulai menganggap bahwa keluarga mereka telah diabaikan Lord of Light. Mereka telah bertarung untuk Lord of Light selama banyak generasi, tetapi selama ini dia tak pernah memberkati mereka. 

Hari demi hari, semakin banyak sekutu meninggalkan keluarga Antalus, tidak memperdulikan sedikit pun persahabatan di masa lalu. Orang-orang dari keluarga Antalus akhirnya mulai marah, namun mereka tidak dapat melakukan apa-apa lagi selain pasrah. Di dalam situasi tersebut, Alice mulai menyuruh orang-orang ke altar, menuntut Lord of Light yang sejak dulu tidak melakukan apa-apa untuk keluarganya. benda-benda suci mulai dilemparkan ke tanah dengan marah, dan berniat untuk membalas Lord of Light dengan perbuatan mereka sendiri.

Di saat dimana benda-benda suci tersebut dihancurkan, sebuah cahaya yang sangat terang turun dari langit di atas altar tersebut, menembus tubuh dari seluruh anggota suku, termasuk Alice. Di tengah raungan mereka, sayap berwarna hitam legam bercampur dengan darah tumbuh dari badan mereka, dan taring yang tajam tumbuh dari mulut mereka. Alice mulai menyadari bahwa ini adalah hukuman yang disebutkan dalam sumpahnya dulu, hukuman itu berupa kutukan yang tidak dapat dihapus. Mulai dari saat itu, mereka akan menjadi monster yang tidak akan dapat melihat sinar matahari lagi.

Setelah cahaya itu pudar, tangan-tangan iblis yang bersimpah darah muncul dari permukaan tanah. Dengan menyentuh mereka, anggota keluarga Antalus diberikan hadiah yang dinamakan Eternal Life dari Abyss. Alice juga menerima hadiah dari iblis tersebut, sebuah hadiah kekuatan yang dapat mengambil nyawa.

Ketika semuanya mulai gelap, mereka mulai menyadari dengan adanya kutukan tersebut, mereka tidak akan lagi diterima di dunia ini. Di bawah bimbingan iblis tersebut, Alice memimpin sukunya untuk menyembah dan mengikuti Lord of the Abyss. Keluarga Antalus kini hilang dari dunia untuk selamanya. Sebagai gantinya, terdapat ras yang dinamakan dengan Blood Demon dengan Alice yang menjadi ratunya. Mereka berkeliaran untuk mencari pelayan yang mau mengikuti Abyss dan menghancurkan kerajaan Lord of Light yang tersisa.

~tamat~

Amanat

Salah satu pesan yang dapat kita ambil dari kisah Alice diatas adalah jangan sekali-sekali melakukan tindakan bullying terhadap teman ataupun orang lain. Hal itu dikarenakan tindakan bullying dapat menghancurkan mental seseorang dan membuat orang itu memiliki sikap pendendam, sama layaknya Alice yang sejak kecil telah dikucilkan, diabaikan, hingga akhirnya dia memilih untuk berjalan di jalan kegelapan dan bergabung dengan iblis untuk membalas semua perlakuan yang dia rasakan selama ini.

Kata - Kata Alice

Entrance:

My kiss grants you immortality or death
Ciumanku dapat memberikanmu keabadian ataupun kematian

In game:

Listen, your heart is beating for me
Dengar, hatimu berdetak untukku

Look, even your blood can't wait to escape from you
Lihat, bahkan darahmu ingin keluar dari tubuhmu

Keep it authentic, drink directly from the neck
Pertahankan keindahannya, minum langsung dari lehernya

Only a dead body does not betray
Hanya mayat yang tidak dapat berkhianat

Darkness, is closing in on the empire
Kegelapan telah mendekat ke kekaisaran

Kneel and offer your life to me
Berlutut dan serahkan hidupmu padaku

Enjoy your last moments, your end nears
Nikmati momen terakhirmu, kematianmu sudah dekat

I will drain every drop of blood from your body
Aku akan menguras setiap tetes darah dari tubuhmu

Look at me darling, am I that hideous?
Lihat aku sayang, apakah aku terlihat begitu mengerikan?

Are you lost, little lamb?
Apakah kamu tersesat, domba kecil?

Isn't it fun to tease those hopefull minds?
Bukankah ini menyenangkan untuk menggoda pikiran yang penuh dengan harapan?

You should return my favor with blood
Kau harus membalas budiku dengan darah

Ultimate:

More blood empowers me
Lebih banyak darah semakin memberdayakanku

Death:

So.... Death catches up
Jadi.... Kematian telah mengejarku

Penutup

Itulah kisah dari hero Alice yang ada di game Mobile Legends. Jika mungkin ada tambahan dari kalian silahkan tulis saja di kolom komentar. 

Jangan lupa kunjungi terus teh90blog untuk mendapatkan kisah hero Mobile Legends lainnya. 

Terima kasih

0 Response to "Kisah Hero Alice: Ratu Penguasa Ras Blood Demon"

Posting Komentar

*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel