Kisah Hero Moskov: Sang Pemilik Tombak Kematian yang Penuh Dendam - Teh90blog

Kisah Hero Moskov: Sang Pemilik Tombak Kematian yang Penuh Dendam

Kisah Hero Moskov

Moskov lahir di suku Wildsand di barat laut Agelta. Seperti kebanyakan suku kuno lainnya, mereka hidup menetap di satu daerah selama beberapa generasi, lalu menjadi pengembara yang hidup dalam kedamaian dan kebebasan.

Moskov merupakan seorang pangeran dari suku tersebut, namun sejak muda dia dikenal memiliki kepribadian yang kuat, didukung dengan ambisinya untuk berpetualang, Moskov sering bepergian di padang pasir, dan dari situlah Moskov akhirnya bisa berkenalan dengan pangeran dari suku Artha, Khaleed. Kedua pemuda yang memiliki pemikiran yang sama ini dengan cepat menjadi teman yang akrab, selalu bersama dan senang mendiskusikan apa pun yang terlintas di dalam pikiran mereka.

Namun, ketika mereka membicarakan topik tentang kekuatan, Moskov yang terlihat pemberani dan agresif menunjukkan sebuah hasrat yang besar pada kekuatan dan kekuasaan, mempercayai bahwa memiliki kekuatan yang besar adalah satu - satunya cara agar dia dapat melindungi semua yang dia sayangi. Di sisi lain, Khaleed menyatakan bahwa baik kekuasaan maupun kekerasan tidak akan pernah dapat menyelesaikan masalah mereka. Baginya, moral dan keadilan adalah satu - satunya kebenaran di dunia ini.

Meskipun mereka sering kali berdebat karena perbedaan pemahaman tersebut, namun persahabatan mereka yang telah terjalin begitu eratnya tak pernah terpengaruh. Mau separah apapun perbedaan yang mereka alami, Moskov dan Khaleed tetap bersama - sama menjadi teman seperjuangan dalam ekspedisi mereka menjelajahi area gurun pasir yang luas itu. Namun, hari - hari bahagia itu tak berlangsung lama. Dorongan ambisi untuk memperoleh kekuasaan memicu api perang. Suku Thornwolf yang sangat kuat memulai konflik ketika mereka mencoba menaklukkan tanah dia area barat secara keseluruhan, berusaha menjadi penguasa kejam di daerah itu.

Melawan para Thornwolf yang buas, Khaleed dan Moskov memimpin pasukan mereka yang berkumpul menjadi sebuah United Front, yang kemudian digunakan untuk melakukan penyerbuan secara masif untuk menyerang para Thornwolf dengan telak. Moskov dan Khaleed menunjukkan kekuatan mereka dalam peperangan tersebut. Dengan kekuatannya yang besar, Moskov berada di paling depan menyerang seluruh Thornwolf dengan membabi buta. Sementara itu, dengan kecerdasannya, Khaleed berada di belakang , menyusun siasat yang harus dilakukan untuk memenangkan pertarungan. Setelah pertempuran itu usai, Khaleed terus mendapatkan dukungan dari berbagai suku berkat kontibusi luar biasanya yang telah ditujukkan dalam medan tempur, sehingga akhirnya Khaleed ditunjuk sebagai pemimpin aliansi mereka. Terlepas dari keberanian dan semangat juangnya yang tak kalah besar dari Khaleed, posisi Moskov mulai terlupakan.

Moskov menganggap seluruh peristiwa ini sebagai sebuah ketidakadilan yang besar, dia selalu menjadi orang pertama yang berada di pertempuran, sering kembali bermandikan darah, namun mengapa Khaleed yang mendapatkan pengakuan, keyakinan orang - orang. Moskov merasa bahwa kini tidak ada perhatian yang ditujukan kepadanya, sehingga akhirnya Moskov memutuskan untuk membuktikan bahwa kekuatan yang dia miliki setara dengan Khaleed. Suku yang bersatu di bawah komando Khaleed telah meraih serangkaian kemenangan, dan untuk mengubah keadaan tersebut, para Thornwolf melepaskan tiran kuno bernama Kufra yang selama ini telah disegel di dalam Ruins of Tivacan.

Moskov Quote

Setelah berhasil terbebas, Kufra langsung membangkitkan badai pasir yang menakutkan dan langsung menyerang musuh dengan pasukan monster pasir di belakangnya. Suku pimpinan Khaleed tidak bersiap untuk peristiwa itu, dan bagi mereka itu adalah bencana yang menakutkan. Pada saat yang sangat penting ini, Khaleed harus membuat keputusan yang sangat bijak, dan dia harus segera bersiap untuk memimpin para suku dalam usaha untuk mempertahankan wilayah dan kekuatan mereka.

Bagi Moskov, momen inilah yang paling dia tunggu selama ini. Di tengah kekacauan yang sedang terjadi, posisi Khaleed sangat dirugikan sehingga kini waktunya Moskov untuk membuktikan kemampuannya di hadapan semua orang. Dengan lantangnya Moskov berteriak agar para suku itu tetap tinggal, dan menghadapi suku Thornwolf dan Kufra secara bersamaan. Namun para pemimpin suku lainnya meremehkan ajakannya, yang membuat harga diri Moskov merasa sangat terhina. Dia kehilangan semua alasan rasional dan tidak ingin berdiskusi sedikitpun dengan Khaleed. Bahkan, dengan anggota sukunya sendiri, kini Moskov memutuskan untuk berjuang sendiri, bertempur melawan Thornwolf dan Kufra sampai titik darah penghabisan, ini semua dilakukan untuk membuktikan bahwa dia setara dengan Khaleed.

Monster pasir yang dihadapi Moskov dan pasukannya ternyata memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Dengan cepat, pasukan Moskov pun langsung rata dengan tanah dilahap para monster tersebut. Ketika dia melihat pasukannya gugur di hadapannya, Moskov mulai menyadari bahwa tindakannya ini seharusnya tidak dia lakukan. Meski demikian, dia berpikir bahwa temannya Khaleed pasti akan memimpin pasukannya untuk menolongnya. Saat pasukan lawan terus mendesaknya, harapan yang ada di dalam diri Moskov pun mulai hilang. Rasa penyesalan dan kekecewaan mulai muncul, memenuhi hatinya. Pada akhirnya, yang tersisa hanyalah amarah yang mendidih dan keputusasaan atas takdirnya yang tidak adil.

Meski terluka parah, Moskov ternyata berhasil keluar dari peperangan itu, ternyata pasukannya lah yang melindungi Moskov dengan segenap nyawa mereka, namun Moskov sudah tidak bisa mempercayai siapapun lagi. Dengan seluruh tenaganya yang masih tersisa, Moskov berjalan menuju ke selatan, mengikuti Gargantuan Crimson yang dia lihat di langit. Dia ternyata berencana menjatuhkan dirinya ke dalam celah Abbys. Dengan tubuh yang berlumuran darah, Moskov berlutut dan mengorbankan jiwanya di hadapan Great Abbys. Oleh karena itu, dia diberikan senjata berupa sebuah tombak yang melambangkan kematian dan kehancuran. Sejak saat itu, Moskov telah menghilangkan gelarnya sebagai seorang pejuang gurun yang pemberani. Sebagai gantinya, berdiri Spear of Quiescence yang dingin dan kejam.

Moskov Quote

Setelah jatuh ke Abbys, Moskov kehilangan segalanya, yang tersisa hanyalah rasa sakit dan kebencian yang tertanam di dalam dirinya. Dia hanya bisa berharap untuk mengubah rasa sakit ini dan menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan para Thornwolf, membunuh Kufra, dan membalaskan dendam untuk pasukannya yang telah gugur.

~Tamat.~


KATA - KATA MOSKOV

The path of vengeance burns me
Jalan pembalasan dendam membakarku

Fate is so unfair
Takdir sangat tidak adil

Alone for peace in the heart
Sendiri demi kedamaian di hati

I've already fallen to the abbys
Aku siap bergabung dengan abbys

Death is quiet and pleasant
Kematian itu tenang dan menyenangkan

Spear of destiny hit me and will hit you
Tombak takdir mengenaiku dan akan mengenaimu

Struggle and resistance are useless
Perjuangan dan perlawan itu tidak berguna

Everyone changes, so do I
Semua orang berubah, begitu pula denganku

Death

I can't die, not now
Aku tidak boleh mati, tidak sekarang

***

Sekian pembahasan saya terkait kisah hero Moskov. Apabila ada dari kalian yang menginginkan pembahasan kisah hero Mobile Legends lainnya, silahkan tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa untuk selalu kunjungi teh90blog.com, karena blog ini akan terus memberikan info yang menarik terkait game Mobile Legends.

Terima kasih.

0 Response to "Kisah Hero Moskov: Sang Pemilik Tombak Kematian yang Penuh Dendam"

Posting Komentar

*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel