5 Faktor Utama Tutupnya Game Lokapala, Kalah Saing Sama ML?
24/05/26
0 Komen
Lokapala, game yang awalnya digadang - gadang sebagai game MOBA
pertama buatan Indonesia, secara mengejutkan harus menutup operasionalnya
secara sementara mulai 19 Juni 2025 lalu.
Sebenarnya game ini nggak benar - benar ditutup, operasionalnya hanya
diberhentikan secara sementara, tapi tetap saja tidak ada tanggal pasti sampai
kapan game ini dirilis kembali.
Satu - satunya informasi yang ada adalah dari pihak developer-nya yang
hanya bilang bahwa mereka akan kembali dengan versi yang lebih baik.
Tapi hmm benarkah begitu? Banyak yang skeptis sebab game ini memiliki
track record yang cukup buruk selama masa perilisannya.
Terus, apa sih sebenarnya faktornya yang bikin operasional dari
game Lokapala ini sampai harus ditutup "sementara"?
Tanpa berbasa - basi lagi, mari langsung saja kita masuk ke dalam
pembahasannya berikut:
1. Kurang Improvement
Lokapala dirilis secara global sejak 20 Mei 2020, yang artinya
game ini sudah berumur 5 tahun lebih. Namun, dari 5 tahun tersebut,
tidak ada yang berubah secara signifikan dari game ini.
Lokapala berani mengusung genre MOBA, dan seperti yang udah
kalian semua tahu, game MOBA adalah game yang paling sering
melakukan improvement hampir setiap bulan, baik itu merilis
hero baru, memperbaiki kualitas map, revamp hero lama,
ngasih skin yang banyak, dll.
Namun, di Lokapala beragam improvement tersebut sangat jarang
dilakukan. Bahkan, struktur fundamental dari game MOBA seperti tampilan
map dan balancing hero kurang mendapat perhatian dari pihak
developer-nya.
Yang paling krusial di bagian map sih. Sejak awal rilis,
game ini sudah dikritik karena menampilkan map yang gelap. Namun
bukannya diperbaiki, mereka malah berasalan bahwa map yang bertema
gelap sengaja diberikan sebab latar ceritanya berada di masa pasca
apocalypse.
Yakali kita dipaksa main di map yang gelap hanya karena latar dunianya
yang pasca kiamat. Padahal esensi dari game MOBA itu bukan di
lore-nya saja. Ada yang lebih penting dari itu, yaitu pengalaman
bermain yang immersif, dan sayangnya hal tersebut tak bisa kalian dapatkan di
Lokapala.
Percuma kan lore-nya bagus tapi waktu main skill hero musuhnya
nggak kelihatan.
2. Tidak Menerima Kritik dari Pemain
Sudah saya singgung di poin sebelumnya kalau developer dari
game Lokapala ini kurang mendengarkan kritik dari para pemain.
Map-nya gelap? Ya bodoamat, penting sesuai sama ceritanya.
Nggak hanya soal map, dari dulu player udah mengeluhkan
tentang lokasi dari objektif utama kayak turtle dan lord yang
letaknya jauh di pinggir map. Tapi sampai game ini ditutup pun
nggak ada perubahan sama sekali.
Iya sih punya konsep yang berbeda dari game MOBA lain tuh bagus, tapi
ya nggak terus ngasal gini. Player udah kritik pun kayak nggak di
dengar sama sekali, yaudah makanya game-nya perlahan mulai sepi.
Yang paling sering di kritik tuh soal fitur recall dalam
game ini yang justru dijadiin sebagai battle spell.
Padahal, kita semua tahu kan betapa krusialnya fitur recall di
game MOBA, dan di Lokapala ini fitur tersebut malah dijadiin
battle spell doang karena udah ada fitur lain bernama wahana yang menurut saya juga dari
segi visual dan mekaniknya saja masih sangat buruk.
3. Adanya Masalah Internal
Beberapa bulan sebelum operasional dari game ini diberhentikan, sempat
ada rumor yang mencuat ke publik bahwasannya Anantarupa Studio yang
merupakan developer dari game Lokapala terlambat dalam melakukan
pembayaran gaji kepada karyawannya pada November 2024.
Dilansir dari situs web Edarinfo, situasi itu semakin diperburuk pada Desember 2024, sebab pihak manajemen
mulai menghentikan kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan para pekerja
secara sepihak.
Tentu aja publik pun dibuat geram akan hal itu, sebab game MOBA yang
katanya karya anak bangsa ini justru malah menelantarkan para pekerjanya yang
merupakan anak bangsa juga.
Udah dikasih kritik dari para pemainnya gak digubris, pas game-nya sepi
gaji karyawannya terus nggak dibayar, makanya wajar jika sekarang
game-nya tutup. (walaupun aslinya belum tutup juga, tapi anggap aja
udah tutup soalnya kemungkinan rilis lagi tuh udah minim banget, hampir ke
arah mustahil).
4. Marketingnya Buruk
Sejak awal Lokapala dirilis, hal yang paling di gembor - gemborkan dari
game ini adalah "karya anak bangsa".
Iya sih emang bagus kok harus ngasih tau kalo ini game lokal. Tapi mbok
ya dibarengin sama kualitas yang bagus juga gitu lho.
Nggak usah ngomongin kualitas dulu deh, marketing-nya aja dulu
dibenerin. Soalnya marketing dari game ini pun sama buruknya
dengan kualitas game-nya.
Padahal, dengan embel embel game karya anak bangsa itu,
Lokapala harusnya bisa membujuk para streamer game di indo buat
mainin game ini, atau bikin kerja sama gitu kek.
Tapi faktanya game ini malah fokus di esport-nya langsung. Tiap
bulan rutin ngasih turnamen, padahal komunitasnya aja belum berkembang.
Udah salah fokus, game-nya nggak improve, marketing-nya
jelek, kelar dah tuh.
Kan developer-nya masih kecil bang
Developer yang kecil kalau niat ngembangin game-nya pasti
kelihatan kok progresnya.
Lihat aja perjalanan Mobile Legends dulu tuh, dari yang awalnya
dikatain game burik, MOBA kok analog, plagiat game lain,
sampai akhirnya sekarang menjadi game MOBA yang sukses banget khususnya
di indo.
Perjalanannya panjang emang, tapi progresnya tuh kelihatan. Beda jauh sama
Lokapala ini yang waktu rilisnya aja udah telat, eh abis itu
developer-nya nggak ngasih update yang signifikan ke
game-nya.
5. Kenapa Harus MOBA?
Bukannya anti game MOBA ya, saya sendiri juga udah aktif main
Mobile Legends sama Wild Rift selama bertahun - tahun kok.
Yang jadi masalah adalah pilihan game MOBA di platform
mobile tuh udah terlalu banyak. Jadi kalau mau narik pemain buat mainin
Lokapala ya tentu bakal susah.
Mau MOBA yang populer di Indo? Udah ada ML; mau yang
smooth dan full mekanik kayak MOBA di pc? Udah
ada Wild Rift; mau yang skin-nya mewah - mewah? Ada
HOK.
Pilihannya tuh udah banyak banget, dan nggak ada ruang bagi game baru
kayak Lokapala ini buat bersaing. Ya mau bersaing kayak gimana coba,
dari segi kualitas aja pasti udah timpang banget.
Saran saya nih buat Anantarupa Studio kalau baca artikel ini. Tolong
egonya di turunin, kita semua sebenarnya percaya kalian bisa bikin
game yang bagus, tapi sebisa mungkin persiapannya harus mateng sebelum
game-nya dirilis ke publik.
Oiya, sama satu lagi, DENGERIN KRITIK DARI PEMAIN, udah itu aja
ehehehe.
***
Itulah dia 5 faktor utama tutupnya game Lokapala.
Maaf kalau isinya agak personal, karena harapan saya dari dulu tuh ada
setidaknya satu game buatan indo di mobile yang bisa mendunia
gitu.
Soalnya player base buat game mobile di negara ini tuh sangat
tinggi, dan sayang rasanya jika player base yang tinggi tersebut malah
mainin game luar semua.
Apapun yang Anantarupa Studio sekarang lakuin, semoga mereka bisa
merilis kembali game Lokapala ke versi yang lebih baik, kalo bisa sih
ganti genre sekalian biar fresh gitu.
Lalu kalau dari kalian sendiri gimana nih? Apa pesan dan kesan dari kalian
buat game Lokapala? Beritahu saya di kolom komentar yaa.
Jangan lupa selalu kunjungi blog ini untuk mendapatkan informasi menarik
seputar dunia game.
Terima kasih.
TAGS:
Game Android
Gaming
MOBA



0 Response to "5 Faktor Utama Tutupnya Game Lokapala, Kalah Saing Sama ML?"
Posting Komentar
*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan