Kisah Hero Layla: Sang Petualang dari Kota Eruditio - Teh90blog

Kisah Hero Layla: Sang Petualang dari Kota Eruditio

Kisah Hero Layla

Kota Eruditio merupakan simbol dari kemajuan sains dan teknologi di dunia Land of Dawn. Di kota yang maju ini terdapat ilmuwan - ilmuwan cemerlang yang tak terhitung jumlahnya, dan berbagai penemuan mereka yang sangat mendukung dalam majunya peradaban umat manusia. Layla merupakan salah satu anak yang terlahir dari keluarga ilmuwan yang turut serta dalam pengembangan berbagai teknologi di kota Eruditio. 

Banyaknya pekerjaan yang dilakukan oleh orang tua Layla membuat mereka tidak memiliki waktu untuk berkumpul dengan anaknya, yang menyebabkan Layla tumbuh besar di bawah bimbingan kakeknya. Sebagai salah satu ilmuwan yang paling menonjol di Eruditio, orangtua Layla selalu berharap bahwa anaknya kelak dapat terus memperluas ilmu pengetahuan mereka dan menjadi ilmuwan yang hebat, menjadi pelopor dalam penemuan terobosan terbaru dan luar biasa dalam bidang sains dan teknologi. Akan tetapi, Layla ternyata tidak memiliki ketertarikan sedikitpun dengan sains. Dia bahkan sama sekali tidak akrab dengan orangtuanya, khususnya dengan ayahnya. Daripada menanamkan harapan pada sains, Layla malah lebih mengagumi kakeknya yang merupakan mantan anggota Eruditio City Guardian, menumbuhkan jiwa petualang serta rasa keingintahuannya yang kuat selama diasuh oleh kakeknya.

Di bawah arahan kakeknya, Layla kecil seringkali berlatih berbagai teknik bertarung dan mencari cara untuk mengasah kemampuan bernalar dan investigasinya. Seiring bertambahnya usia Layla, rasa hausnya akan ilmu pengatahuan juga tumbuh, dan segera, hasratnya untuk menjelajahi dunia di luar kota kelahirannya menjadi sangat kuat, hingga dia tidak dapat menahannya lagi. Di dalam pikiran Layla, teknologi dari Eruditio tidak seharusnya membawa keuntungan untuk kota dan rakyatnya semata, tetapi juga harus digunakan untuk mengubah dunia.

Akan tetapi, ayah Layla memperingatkannya bahwa dunia luar di Eruditio tidak teratur dan penuh dengan bahaya. Selain itu, Layla yang muda harus menjadi sedikit lebih dewasa lagi sebelum bahkan berpikir untuk pergi berpetualang. Rasa kebencian dan frustasi Layla terhadap Ayahnya yang dulu tidak memperdulikannya mengakibatkan peringatan tersebut tidak dipatuhinya. Layla mengabaikan ayahnya, yakin bahwa kurangnya dukungan darinya merupakan wujud penghindaran tanggung jawabnya sebagai seorang ayah.

Faktanya, sesungguhnya ayah Layla mencintainya lebih daripada segala hal di dunia. Dia bahkan menggunakan teknologi termutakhir Leviathan dari Eruditio untuk membuatkannya Malefic Gun. Namun, karena takut jika Layla akan menolak hadiah yang dia berikan, ayah Layla kemudian memberikan Malefic Gun tersebut kepada kakek Layla, yang kemudian menyerahkannya kepada Layla sebagai sebuah hadiah. Akan tetapi, apa yang tidak diperkirakan ayahnya adalah bahwa Malefic Gun tersebut malah membuat Layla semakin semangat untuk pergi berpetualang.

Benar saja, pada hari ulang tahunnya yang ke-16, Layla diam - diam membawa Malefic Gun-nya keluar dari Eruditio di tengah kegelapan untuk berpetualang ke dunia yang lebih besar dan luas.

Tak berselang lama setelah kepergiannya dari Eruditio, Layla telah mencapai sebuah kota terpencil di barat daya dari Moniyan Empire, dimana rumor mengatakan bahwa terdapat banyak anak kecil menghilang di tempat tersebut. Tahu akan hal itu, Layla merasa yakin bahwa sekarang dia akhirnya mempunyai kesempatan untuk menguji kemampuan bertarung dan melacak yang telah dipelajari dari kakeknya. Setelah menginvestigasi wilayah tersebut dan menelusuri jejak petunjuk, Layla menemukan kumpulan kriminal yang telah menculik anak - anak kota. Layla pun membuntuti mereka secara diam - diam hingga ke markas mereka, dengan tekad untuk menghentikan tindakan jahat mereka, serta menyelamatkan para anak kecil yang malang.

Layla Quote

Akan tetapi, yang tidak diketahui Layla bahwa mereka bukan penculik biasa, melainkan para ilmuwan jahat dari Laboratorium 1718 yang menculik anak kecil tak berdosa untuk digunakan dalam eksperimen kejam mereka pada manusia. Dalam amarah memikirkan penderitaan anak-anak itu, Layla mengangkat Malefic Gun-nya dan menerobos ke area tahanan.

Kesulitan dan bahaya dari pertempuran yang diakibatkan jauh melebihi apapun yang Layla dapat bayangkan. Di tengah pertempuran, para pekerja Laboratorium 1718 mengenali teknologi Leviathan di tangan Layla, membuat mereka mengubah tujuan dari operasi mereka, dari yang sebelumnya mereka berfokus untuk mempertahankan anak - anak kecil tersebur, sekarang beralih strategi untuk merebut senjata yang dipegang oleh Layla.

Tidak lama kemudian, anak - anak yang diculik telah berhasil terselamatkan, akan tetapi malah Layla yang berhasil ditangkap oleh para ilmuwan jahat. Layla kemudian dikurung di penjara bawah tanah, Malefic Gun miliknya direbut dengan paksa, membuat Layla mulai kehilangan harapan, dia tiba - tiba dilepas dan dikembalikan ke Eruditio, akan tetapi Malefic Gun miliknya masih berada di tangan para penculik tersebut.

Saat Layla kembali ke Eruditio, sebuah kejutan lain menantinya. Ternyata ayah Layla telah keluar dari Scholar's Union dan bergabung ke kelompok Laboratorium 1718, kelompok yang telah menculik Layla sebelumnya. Mendengar kabar tersebut, seketika badai penyesalan jatuh pada Layla. Meskipun selama ini dia tidak pernah akrab dengan ayahnya, Layla tidak dapat mempercayai bahwa ayahnya yang tenang dan rasional akan menjadi anggota dari Laboratorium 1718 yang terkenal akan kejahatannya.

Layla jatuh ke dalam kebingungan, dan satu - satunya jalan yang dapat dilakukannya untuk mempertahankan kewarasannya adalah untuk berfokus pada pelatihan dan terus belajar dalam upaya untuk melupakan kenyataan dari situasi yang menimpanya. Seiring berjalannya waktu, Layla telah tumbuh dewasa, sementara kakeknya yang merawatnya selama ini telah tutup usia.

Di ranjang kematian kakeknya, dia memberitahu Layla lewat sebuah surat bahwa ayahnya ternyata tidak bergabung ke pasukan Laboratorium 1718 secara sukarela, akan tetapi dia dipaksa karena mereka mengenali Malefic Gun yang dibawanya. Sebagai gantinya, mereka harus melepaskan Layla dan tidak boleh mengganggu Eruditio sampai kapanpun.

Ketika kesepakatan tersebut telah disetujui, ayah Layla pun akhirnya mengabdi ke Laboratorium 1718, meninggalkan Layla dan keluarganya dengan terpaksa. Sebelum menyerahkan dirinya, ayah Layla membuat seluruh anggota keluarganya untuk berjanji agar tidak memberitahukan Layla kebenaran yang sesungguhnya, sehingga dia dapat tumbuh dewasa tanpa harus dibebani rasa bersalah dikarenakan nasib ayahnya. Layla pada akhirnya memahami alasan dibalik segala hal yang telah dilakukan dan dikatakan ayahnya kepadanya, serta arti sesungguhnya dari kasih sayang ayahnya.

Layla Quote

Layla sekarang telah mengerti, dia menjadi semakin kuat dan tangguh layaknya seorang prajurit kelas atas. Dengan prototipe senjata Leviathan yang diwariskan, Layla akhirnya memulai misinya untuk mencari Laboratorium 1718.

~Tamat.~


KATA - KATA LAYLA

Ready... Go!
Siap... Mulai!

Keep it up until you're as briliant as me
Pertahankan sampai kamu sama pintarnya sepertiku

I'm not that whiny girl anymore
Aku bukan gadis yang cengeng itu lagi

Pfft... Never though about getting training at the Eruditio
Pfft... Tidak pernah terpikir untuk mendapatkan pelatihan di Eruditio

That once little girl is gonna save someone this time
Gadis kecil itu akan menyelamatkan seseorang kali ini

Hope only dies when you give in
Harapan akan mati jika kamu menyerah

Now I know I'm better, I'm stronger
Sekarang aku tahu aku lebih baik, lebih kuat

We can do it!
Kita pasti bisa!

A small mistake might blow the whole thing you fight for
Kesalahan kecil dapat menghancurkan semua hal yang kau perjuangkan

For now on, I would never back down
Mulai sekarang, aku tidak akan pernah mundur

Everybody make mistakes, and good kids make ammends
Setiap orang melakukan kesalahan, dan anak yang baik harus menebus kesalahan

There is no future for you lab rats!
Tidak ada masa depan bagimu tikus lab!


Ultimate

Time to shine!
Waktunya untuk bersinar!

Death

Father... Come back home
Ayah... Pulanglah ke rumah

***

Sekian pembahasan saya terkait kisah hero Layla. Apabila ada dari kalian yang menginginkan pembahasan kisah hero Mobile Legends lainnya, silahkan tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa untuk selalu kunjungi teh90blog.com, karena blog ini akan terus memberikan info yang menarik terkait game Mobile Legends.

Terima kasih.

0 Response to "Kisah Hero Layla: Sang Petualang dari Kota Eruditio"

Posting Komentar

*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel