The Crucifixion (2017) Review - Teh90blog

The Crucifixion (2017) Review

The Crucifixion (2017) Review

Lama rasanya saya tidak membahas film horor lagi, terakhir kali bahas film horor apa yaa, The Medium keknya, itu pun sudah sekitar satu bulan yang lalu. Oleh karena itu, untuk mengobati rasa kangen saya pada genre horor, akhirnya nemu juga nih film horor yang kayaknya cocok sama selera saya.

The Cruxifixion ini sebenarnya sudah dirilis sejak 4 tahun lalu, tepatnya pada Bulan juli 2017. Film ini digarap oleh sutradara asal Perancis bernama Xavier Gens yang karirnya sudah tak diragukan lagi dalam menangani sebuah film dengan genre horor. Sebut saja karyanya seperti Cold Skin (2017) dan Frontier (2007) yang cukup sukses mendapatkan hasil respon yang positif dari para kritikus. Melihat berbagai karya Xavier sebelumnya, tentu saya berharap besar bahwa the Crucifixion ini bakalan lebih gila dari film horor lainnya. Namun apakah ekspektasi saya tersebut benar? 

The Crucifixion menceritakan kisah tentang seorang jurnalis bernama Nicole Rawlins (Sophie Cookson) yang sedang ditugaskan untuk meliput berita mengenai kematian sister Adelina Marinescu (Ada Lupu), seorang biarawati yang diduga dibunuh oleh pastornya sendiri karena dianggap telah dirasuki oleh setan, atau bahasa inggrisnya yaitu possessed. Atas kejadian tersebut, sang pastor beserta 4 biarawatinya yang ikut dalam ritual pengusiran setan tersebut akhirnya dipenjara atas tuduhan pembunuhan. Kasusnya berakhir disitu karena pastornya yang dianggap bersalah dan biarawati yang menjadi korban juga telah dikuburkan. Akan tetapi, menurut Nicole ada sesuatu yang janggal dalam peristiwa itu sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu sendiri mengenai apa yang sebenarnya terjadi kepada sister Marinescu.

Singkat cerita, Nicole kemudian pergi untuk mewawancarai pastor yang diduga menjadi pelaku utama atas kematian sister Marinescu tersebut. Namun saat ditanya, sang pastor malah menolak bahwa dia yang membunuh sister Marinescu. Dia berdalih bahwa saat itu sang biarawati memang sedang kerasukan oleh iblis yang sangat jahat sehingga dia terpaksa harus menyalibnya dan tak memberinya makan selama 3 hari untuk melancarkan proses pengusiran setan. Dia bahkan telah mendapatkan nama setan yang merasuki tubuhnya sehingga proses pengusirannya mungkin sebentar lagi akan selesai. Akan tetapi, ketika proses pengusirannya akan berakhir, Bishop Gornik tiba - tiba datang dan langsung menghentikan semuanya sehingga pengusiran setan tersebut gagal dan akhirnya sang iblis merenggut nyawa sister Marinescu saat berada dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Mendengar penjelasan dari pastor, misteri kematian ini pun semakin luas dan dari situlah jalan cerita film ini dimulai.

The Crucifixion ini menjadi film dengan genre horor mystery yang sangat kental. Sejak awal film ini, dapat terlihat jelas bahwa genre horor mystery-nya tuh dapet banget, contohnya saja saat scene di menit awal film. Scene awalnya itu menampilkan seorang biarawati yang sedang kerasukan lalu disalib, namun karena publik menganggap itu semua merupakan hal yang tidak masuk akal, alhasil sang pastor lah yang menjadi kambing hitam dan akhirnya harus mendekam dalam penjara. Nah, dari peristiwa tersebut mulai terdapat hal yang janggal nih, apakah pastor tersebut memang benar benar melakukan pengusiran setan, ataukah dia hanya menyiksa biarawati itu tanpa alasan yang jelas? 

Seiring berjalannya film, jawaban dari berbagai misteri tersebut terasa semakin buram karena nantinya terdapat peristiwa lain yang seolah mengatakan jika sister Marinescu memang dibunuh oleh iblis. Namun ada juga orang lain yang mengatakan bahwa memang pastor itu saja yang salah karena dia memang kurang berpengalaman dalam hal pengusiran setan. Konsep mengenai siapa yang benar dan siapa yang salah membuat kita bertanya - tanya mengenai apa sih yang sebenarnya terjadi dengan biarawati tersebut.

Nah, bebarengan dengan genre mystery yang dominan, film ini juga tak lupa dengan genre horornya yang terkesan nggak nanggung juga. Beberapa jumpscare yang ditampilkan sukses membuat saya terkejut karena model film horor dengan aksi pengusiran setan sejak dulu emang udah bikin saya lebih takut jika dibandingkan dengan film horor lainnya. Kayak gimana ya, realistisnya itu lebih dapet aja gitu kalo ngelihat orang ngusir setan sekalipun itu di film doang. Oleh karena itu juga film pengusiran kayak The Medium kemarin sukses membuat saya merinding sepanjang filmnya.

"Berhati - hatilah kepada siapa kau berdoa"

Film ini berhasil menceritakan tentang konsekuensi bagi orang yang meragukan koneksinya dengan Tuhan, bahwasannya iman setiap manusia dengan Tuhan mereka itu harus kuat, karena jika iman mereka lemah, iblis akan selalu mengambil kesempatannya untuk meracuni pikiran mereka dengan kebencian. The Crucifixion seolah menyadarkan kita bahwa pertolongan Tuhan selalu ada pada setiap manusia, entah itu bagi kalian yang beragama maupun tidak, Tuhan selalu memberikan pertolongan-Nya. 

Semua hal itu tergambar jelas pada Nicole yang awalnya tak mempercayai adanya pertolongan dari Tuhan, dan karena lemahnya iman yang dimilikinya tersebut, dia akhirnya menjadi sasaran empuk bagi iblis yang merasuki biarawati sebelumnya.

Film ini sangat asik buat ditonton, berbagai kelemahan yang muncul juga tak begitu fatal sehingga tidak mengurangi mood saya untuk menontonnya sampai akhir.


Score

7/10

The Crucifixion sangat worth it buat kalian tonton, namun usahakan jangan nonton sendirian karena jumpscare yang muncul bisa saja membuat kalian jantungan seketika :v

Film ini juga sangat recommended sekali buat kalian yang suka dengan genre mystery yang sebagian filmnya emang memiliki ending yang susah buat ditebak. Jadi, siapkan otak kalian saat menontonnya agar tidak kehilangan petunjuk yang nantinya berhubungan dengan pemecahan masalah di ending filmnya.


Trailer

***

Itulah yang dapat saya sampaikan terkait review The Crucifixion (2017). Jika ada kritik maupun saran dari kalian, silahkan tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa untuk selalu kunjungi teh90blog.com untuk mendapatkan konten review film menarik lainnya.

Terima kasih.

0 Response to "The Crucifixion (2017) Review"

Posting Komentar

*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel