Wonder Woman 1984 Review - Teh90blog

Wonder Woman 1984 Review

Wonder Woman 1984

Petualangan Diana Prince kini berlanjut mengikuti masa peradaban manusia setelah Perang Dunia usai. Ya, 'Wonder Woman 1984' ini memang menjadi sekuel dari kisah Diana dalam film pertamanya yang rilis pada tahun 2017 lalu.

Masih dengan sutradara yang sama, Patty Jenkins, dengan Gal Gadot yang masih menjadi pemeran utamanya,  'Wonder Woman 1984' ini akan ber-setting pada masa perang dingin. Diana diceritakan menjalani kehidupan layaknya manusia pada umumnya, bekerja di sebuah museum, sembari mencari informasi mengenai barang - barang kuno yang berhubungan dengan kebudayaannya. 

Walaupun sudah terbiasa hidup berdampingan dengan manusia, luka dalam hati Diana masih tidak dapat dia sembuhkan. Kenangan indahnya bersama dengan kekasihnya, Steve (Chris Pine), seolah tak bisa lepas dari ingatannya. Kumpulan memori indah itu sudah tertanam jauh dalam kepalanya, susah dilupakan, sehingga mau tidak mau sekarang dia harus menjalani kehidupan sembari menahan kesedihan karena telah ditinggal oleh orang yang paling dia sayang.

Namun semua luka itu tak menghalangi Diana untuk terus melindungi umat manusia. Dengan pakaian khas superheronya, Diana selalu membantu mengatasi tindak kejahatan di seluruh kota. Wajah manisnya yang tak pernah menua lengkap dengan tali lassonya yang bersinar menjadi bahan perbincangan bagi banyak orang yang telah melihat aksinya. 

Layaknya seorang manusia pada umumnya, Diana mengisi waktu luangnya dengan bekerja, dia pun juga dikenal sebagai karyawan yang baik di tempat kerjanya, sampai pada suatu hari terdapat seorang karyawan baru, Minerva namanya. Tak seperti karyawan lainnya, Minerva merupakan orang yang paling dekat dengan Diana, karakternya yang baik dan polos membuat keduanya cepat akrab.

Suatu hari, Minerva disuruh oleh atasannya untuk meneliti sebuah barang kuno dari FBI yang ditemukan di sebuah pasar gelap. Menurut tulisan yang ada di bawahnya, benda tersebut konon dapat mengabulkan satu keinginan bagi siapapun orang yang memegangnya. Diana dan Minerva pun lantas tak mempercayainya sebab benda kuno itu seperti tidak meyakinkan sehingga mereka memilih untuk mengabaikannya. Namun siapa sangka, ternyata benda tersebut benar - benar mengabulkan setiap keinginan hingga sampai menimbulkan kekacauan tingkat global.

'Wonder Woman 1984' ini sangat menampilkan sisi manusia dari karakter Diana Prince. Jika dalam film pertamanya Diana Prince mayoritas tampil dengan kostum superheronya, maka dalam film sekuelnya ini yang lebih difokuskan adalah sisi manusia dari sang superhero itu sendiri, mengenai kehidupannya saat bekerja di museum, hingga bagaimana cara dia menjalani hidup tanpa kekasihnya. Semua sisi manusia Diana Prince lebih ditonjolkan dalam film ini, maka dari itu jangan heran jika adegan action-nya bisa dibilang lebih sedikit jika dibandingkan dengan film pertamanya.

Namun, apakah itu membuat Wonder Woman 1984 ini terlihat buruk?
Menurut saya tidak. Alih - Alih menjadi buruk, menurut saya film ini malah memiliki ciri khasnya sendiri mengenai penggambaran kisah dari seorang wanita dari suku Amazon yang memiliki kekuatan super. Ya mungkin sebagian dari kalian pasti kecewa karena penggambaran superhero sebagian besar masih identik dengan banyaknya adegan action melawan para penjahat. Namun, bukankah konsep tersebut sudah sangat biasa? Menurut saya, dengan lebih menonjolkan sisi manusia dari sang superhero malah membuat konsep cerita Wonder Woman 1984 ini menjadi lebih menarik. 

Sepanjang film ceritanya itu seolah memiliki banyak sekali makna sehingga tiap bagiannya akan sangat sayang sekali untuk dilewatkan. Bahkan sejak awal film ini dimulai, sudah terdapat pembelajaran yang bagus:
"Tidak ada kebaikan yang lahir dari kebohongan. Dan kehebatan bukanlah apa yang kamu pikirkan."
Dengan durasinya yang cukup lama (151 menit), 'Wonder Woman 1984' seakan tak memiliki kekurangan dari segi cerita. Keseluruhan bagiannya sudah ditampilkan dengan baik, termasuk latar belakang para villain yang muncul juga sudah diceritakan dengan cukup lengkap.

Berbicara mengenai villain, terdapat 2 tokoh villain yang muncul di film ini, yaitu Maxwell Lord (Predo Pascall) dan Cheetah (Kristen Wiig). Untuk kalian para penikmat komik tentu sudah tidak asing lagi dengan 2 karakter villain tersebut, karena dalam komiknya sendiri, Maxwell Lord diceritakan pernah memanipulasi Superman agar dia menyerang rekannya sendiri, seperti Batman dan Wonderwoman. Sementara itu, Cheetah dalam cerita komiknya memang merupakan musuh utama Wonder Woman dengan cakar dan taring sebagai senjata utamanya.

Dalam film ini, kedua karakter villain tersebut ditampilkan porsi yang adil, semua kisah latar belakangnya diceritakan mulai dari yang awalnya hanya seorang manusia biasa sampai akhirnya bisa menjadi musuh dari Wonder Woman. 

Satu hal yang kurang hanya terdapat pada kurang ganasnya karakter dari Cheetah. Entah kenapa, saya merasa Cheetah dalam film ini dibuat sangat lemah sehingga dia dapat dengan mudah dikalahkan oleh Diana. Hal tersebut tentu sangat berbeda dengan yang ada di komik, karena di komiknya sendiri karakter Cheetah digambarkan sebagai villain kuat yang bahkan sampai membuat Superman berdarah tanpa bantuan batu Kryptonite.

Durasi penampilan Cheetah pun terbilang sangat minim, karakter villain ini hanya muncul saat menjelang akhir film sehingga pertarungannya dengan Diana terasa sangat biasa untuk dilihat. Konsep terbentuknya Cheetah juga tidak ditampilkan dengan jelas, sehingga penonton seakan dibuat kebingungan kenapa tiba - tiba muncul villain dengan tubuh binatang, sebab sejak awal tidak ada satupun scene yang menjadi pertanda kemunculan dari Cheetah.

Terlepas dari itu semua, Wonder Woman 1984 menjadi film yang sangat worth it buat ditonton, terutama buat kalian para penikmat film superhero, baik dari DC maupun Marvel. 

Oiya, namun perlu saya ingatkan jika kalian belum pernah menonton film Wonder Woman sama sekali, mending tonton dulu film pertamanya karena jalan ceritanya memiliki hubungan dengan film sebelumnya.


Score

7/10

Overall, film Wonder Woman 1984 sangat cocok buat kalian tonton sembari mengisi waktu luang. Dengan durasinya yang cukup lama, film ini seolah bisa melepas penat dari kesibukan pekerjaan maupun tugas yang sedang kalian lalui. 

Film ini juga sangat cocok ditonton bersama dengan keluarga maupun pacar karena cerita dari keseluruhan filmnya sangat menarik untuk diikuti serta sangat penuh dengan makna yang dapat kalian ambil sebagai pelajaran.


Trailer


***

Itulah yang dapat saya sampaikan terkait review Wonder Woman 1984. Jika ada kritik maupun saran dari kalian, silahkan tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa untuk selalu kunjungi teh90blog.com untuk mendapatkan konten review film menarik lainnya.

Terima kasih.

0 Response to "Wonder Woman 1984 Review"

Posting Komentar

*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel