The Medium (2021) Film Review - Teh90blog

The Medium (2021) Film Review

The Medium

Siapa yang menyangka bahwa film horor dari asia ternyata dapat dieksekusi dengan sebagus ini?

The Medium merupakan film horor thriller produksi Korea - Thailand yang disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun dan Na Hong Jin, orang yang sama dibalik suksesnya film The Wailing yang rilis pada 5 tahun silam. Film ini pada dasarnya mengangkat cerita mitos dari negara Thailand tentang Dewa Bayan yang dikenal sebagai dewa yang penyayang dan mampu menyembuhkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh hal mistis.

Karakter utama dari film ini bernama Nim, seorang dukun yang merupakan pewaris Dewa Bayan saat itu. Sejak dahulu, Dewa Bayan memang selalu mendiami setiap keturunan dari keluarga Nim, dimulai dari leluhurnya, sampai Nim yang sekarang mendapat jatah untuk mewarisi kepercayaan tersebut. Sebenarnya, awalnya Dewa Bayan tertarik kepada Noy, kakak perempuan Nim, akan tetapi Noy menolaknya dan entah apa yang terjadi sekarang Nim lah yang akhirnya menjadi wadah dari Dewa Bayan.

Keseharian Nim sebagai dukun dapat dibilang cukup lancar, dia terbukti berhasil menyembuhkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh hal mistis. Banyak orang yang datang ke rumahnya untuk berobat, dan memang sudah kewajibannya untuk membantu para pasiennya tersebut untuk sembuh dari penyakitnya, karena Dewa Bayan yang mendiami tubuhnya merupakan Dewa yang penyayang.

kehidupannya dipenuhi dengan rasa bahagia, hingga pada akhirnya sesuatu yang buruk mulai menimpa Ming, anak dari Noy. Berbagai misteri mulai muncul terkait kondisi Ming yang tidak wajar, seperti tingkahnya yang kadang menyerupai anak kecil, mulai mengalami menstruasi yang tidak wajar, sampai ujungnya Ming ini hilang berminggu - minggu tanpa kabar.

Nim dan Noy akhirnya mulai mencari tahu penyebab keanehan yang muncul dalam diri Ming, yang hasilnya ternyata jauh lebih menyeramkan dari yang pernah mereka kira sebelumnya.

Kisah yang dibawakan The Medium memang terkesan sangat simple, hanya menceritakan mengenai seorang dukun yang sedang mengatasi hal gaib yang merasuki keponakannya. Akan tetapi, ide yang simple tersebut dibawakan dengan plot cerita yang penuh dengan kejutan sepanjang film ini berlangsung. Na Hong Jin lagi - lagi berhasil membawakan unsur misteri yang membuat penonton ikut berpikir mengenai siapa yang sebenarnya merasuki tubuh Ming. Berbagai unsur misteri yang ditampilkan itulah yang membuat film ini selalu terkesan menarik untuk dilihat, walaupun sebenarnya durasinya cukup lama, yaitu sekitar 2 jam lebih (lebihnya dikit doang tapi :v).

Padahal, jujur saja, saya sebenarnya tak memiliki ekspektasi yang tinggi dari film ini saat menonton trailer-nya. Akan tetapi, setelah menonton keseluruhan isi filmnya, The Medium ternyata berhasil membawakan genre horor ke level ngeri yang lebih tinggi lagi. Terlebih lagi, The Medium ini ditampilkan dengan format film dokumenter yang membuat semua peristiwa horor-nya lebih terkesan realistis, seakan benar - benar terjadi. 

Sensasi horornya itu beneran dapet tanpa harus munculin banyak jumpscare dan berbagai sound effect yang nggak diperlukan, semua scene-nya seakan mengalir dengan sendirinya, benar - benar seperti terjadi di dunia nyata. Ditambah juga dengan kualitas akting dari pemainnya yang nggak buruk, terkhusus buat Narilya Gulmongkolpech yang berperan sebagai Ming yang sukses membuat wajahnya bikin saya terngiang ngiang, apalagi waktu scene dimana dia senyum tepat di depan kamera sambil megang potongan kaca, behhh ngerinya sampe kebawa mimpi. Padahal, sebenarnya Narilya Gulmongkolpech ini cantik waktu nggak kesurupan :v

Narilya Gulmongkolpech
Narilya Gulmongkolpech, pemeran Ming
Oiya, buat kalian yang nggak suka film dokumenter pasti akan merasa bosan di bagian awalnya, karena bagian awal dari film ini memang memiliki alur yang sangat lambat, sebagian besar hanya menampilkan kegiatan sehari - hari para tokohnya. Akan tetapi, jangan khawatir karena rasa bosan di awal film itu nantinya akan terbayar lunas ketika konflik dalam film The Medium ini memuncak, khususnya dimulai saat para tim mulai memasang kamera CCTV di rumah Ming yang akhirnya menampilkan segala perilaku aneh dari Ming yang nggak masuk akal, mulai dari ngacak ngacak rumah, sampe bahkan merebus hidup hidup kucing peliharaan keluarganya.

Secara keseluruhan, The Medium merupakan film yang sangat recommended buat kalian para pecinta genre horor, karena film ini memang benar - benar berhasil membuat penontonnya merasakan ketakutan yang terasa nyata. Film ini juga berhasil menampilkan berbagai tradisi yang ada di Thailand, membuatnya semakin menarik dengan pemandangan desa di negara Thailand yang penuh dengan budaya, seperti bentuk rumahnya, agama dan kepercayaan mereka, berbagai tradisi yang dilakukan, dan masih banyak hal menarik lainnya yang terdapat dalam film horor yang satu ini.


Score

9/10

Nilai 9 saya berikan karena The Medium berhasil menampilkan cerita yang sangat menarik buat diikutin, alurnya yang nggak gampang ditebak membuat saya yang menontonnya seperti ikut larut dalam suasan konflik yang ditampilkan dalam film ini. 

Selain itu, genre horor yang ditampilkan juga tidak terkesan terlalu memaksa, walaupun sebenarnya film ini sebagian besarnya hanya menampilkan orang kesurupan, nggak ditampilin tuh hantunya atau roh yang sedang merasuki Ming. Akan tetapi, dengan eksekusi yang tepat, konsep orang kesurupan itu malah dibuat jauh lebih menarik daripada melihat wajah hantunya secara langsung.

***

Sekian yang dapat saya sampaikan terkait review film The Medium. Jika ada kritik maupun saran dari kalian, silahkan tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa untuk selalu kunjungi teh90blog.com untuk mendapatkan review film menarik lainnya.

Terima kasih.

0 Response to "The Medium (2021) Film Review"

Posting Komentar

*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel