Intrusion (2021) Film Review - Teh90blog

Intrusion (2021) Film Review

Intrusion

Intrusion merupakan film thriller garapan Adam Salky yang baru saja rilis pada akhir bulan September lalu. Film ini mengisahkan tentang sepasang kekasih, Henry Parsons (Logan Marshall-Green) dan Meera Parsons (Freida Pinto), yang mengalami teror di rumah barunya. Mereka sebenarnya merupakan sepasang kekasih yang telah menjalin kehidupan bersama selama 12 tahun. Akan tetapi, karena sang istri, Meera Parsons mengidap penyakit kanker hingga didagnosis mengalami kemandulan yang akhirnya membuat sepasang kekasih tersebut tak memiliki satupun keturunan.

Walaupun begitu, mereka masih menjalani kehidupan dengan penuh bahagia. Terlebih lagi, sekarang karir suaminya sedang naik pesat sehingga mereka dapat membangun sebuah rumah mewah yang terletak di wilayah terpencil, jauh dari suasana perkotaan demi membuat hubungan mereka lebih dekat.

Akan tetapi, baru beberapa bulan berada di rumah mewah tersebut, mereka mulai diteror oleh sebuah keluarga kriminal yang sepertinya sedang mencari sesuatu dalam rumah tersebut, yang ternyata menyimpan rahasia gelap yang tak ingin untuk diungkap.

Konsep yang dibawakan Intrusion sangat bagus, karena kita akan dipaksa untuk tidak mempercayai setiap karakter yang ditampilkan sepanjang film ini berlangsung. Ya sama lah kayak film dengan genre misteri gitu, ada teka tekinya yang nanti bakal mulai muncul, apalagi saat si Meera Parsons ini akhirnya tahu bahwa ternyata terdapat alasan khusus kenapa rumahnya yang diteror oleh keluarga kriminal tersebut.

Film ini sebenarnya memiliki plot yang lumayan menarik untuk diikuti. Akan tetapi, entah kenapa saya merasa kok ending ceritanya kayak mudah ditebak. Sejak awal, Intrusion memang memberikan berbagai kejutan yang tidak terduga, namun memasuki pertengahan film, orang yang menjadi karakter antagonis utama dari film ini sudah mulai kelihatan sangat jelas. Cerita yang ditampilkan tuh kesannya nggak ada pengembangannya, kayak yaudah setelah keluarga yang meneror rumah itu pada mati, karakter antagonisnya pasti tinggal yang ada di rumah itu doang, nggak ada yang lain.

Bisa dibilang bahwa Intrusion ini hanya memiliki alur yang padat di awal filmnya doang, terkhusus saat scene dimana keluarga kriminal meneror dan mengacak-acak seluruh isi rumah dari Meera Parsons. Melihat adegan itu, awalnya kukira ini film bakalan kayak The Strangers yang sangat menegangkan dari awal sampai akhir, karena nanti seluruh penghuni rumahnya bakalan kena teror yang nggak ada habis habisnya dari orang yang nggak dikenal. Akan tetapi, ternyata seluruh keluarga kriminal yang neror malah langsung pada mati kena tembak oleh suami Meera.

Hal lain yang sangat saya sayangkan dari film ini adalah pada bagian ending-nya yang menurut saya terlalu tergesa-gesa. Ya masak orang yang bisa dibilang psikopat langsung mati hanya sekali pukul doang, apalagi dia kan cuma melawan 2 cewek doang di sebuah rumah yang jauh dari perkotaan. Masak semudah itu dia dikalahkan dan langsung selesai filmnya, kayak kurang aja gitu. 

Biasanya kalo di film thriller kan ada kejaran - kejarannya, baku hantam bentar, atau setidaknya buat korbannya tersiksa secara mental. Akan tetapi, di film Intrusion ini semua kesan seperti itu sangat minim sekali, alhasil sang antagonis kesannya malah nggak terlalu jahat, nggak ada gregetnya gitu buat bunuh dia, karena perbuatannya nggak terlalu sakit juga. Kalo kejahatannya cuma masalah nyekap anak orang mah menurut saya film Girl in the Basement malah lebih punya gambaran yang jauh lebih menyeramkan dari film ini.

Jadi, apakah Intrusion masih worth it buat ditonton? Kalau menurut saya pribadi, film ini masih layak buat ditonton karena ceritanya sangat enjoy buat dinikmati, alurnya tuh nggak ribet gitu, jadi enak buat ditonton buat ngelepas penat abis kerja atau abis belajar. Selain itu, durasinya yang nggak lama (sekitar 90 menit saja) membuat cerita yang ditampilkan nggak terlalu bertele - tele.


Score

5/10

Score 5 saya berikan berkat akting dari Freida Pinto dan Logan Marshall-Green yang cukup memuaskan. Selain itu, rumah yang digunakan dalam film ini juga sangat bagus buat dipandang, nggak ngebosenin gitu (ya namanya juga rumah mewah). 

Oiya, durasinya yang hanya sekitar 90 menitan juga menjadi nilai plus tersendiri, karena durasi itu sangat pas buat ngisi waktu istirahat dari kerja, sehingga kesannya nggak terlalu wasting time.

***

Itulah yang dapat saya sampaikan terkait review film Intrusion. Jika ada kritik maupun saran dari kalian, silahkan tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa untuk selalu kunjungi teh90blog.com untuk mendapatkan review film menarik lainnya.

Terima kasih.

0 Response to "Intrusion (2021) Film Review"

Posting Komentar

*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel