Candyman (2021) Film Review - Teh90blog

Candyman (2021) Film Review

Candyman

"Jika kau memanggilnya 5 kali di depan cermin, maka dia akan langsung datang untuk membunuhmu."

Nama Candyman mungkin terdengar asing dalam genre horor masa kini, namanya malah terdengar seperti film komedi ataupun film santai lainnya, tanpa mengandung unsur horor sedikitpun. Akan tetapi, don't judge book by it's cover, ya walaupun judulnya seperti bukan film horor, namun ternyata Candyman mengisahkan kisah yang lebih gelap dari yang kalian duga.

Candyman mengisahkan tentang urban legend komunitas kulit hitam di wilayah Proyek Pemukiman Cabrini-Green, yang jika kalian mencari tau infonya lebih lanjut di Google, dapat ditemukan bahwa wilayah Cabrini-Green ini merupakan sebuah pemukiman yang dipenuhi oleh warga kulit hitam yang kini telah digusur akibat banyaknya masalah yang timbul di wilayah tersebut, seperti kemiskinan, gang, narkoba, dan berbagai jenis kejahatan lainnya.

Ya walaupun saya juga nggak begitu tahu pasti apakah film ini berhubungan dengan sejarah itu. Yang jelas, berdasarkan peristiwa tersebut, Candyman ini berasa bukanlah film horor biasa. Cara bagaimana konflik sejarah perbudakan terhadap komunitas kulit hitam di Amerika yang dituangkan dengan genre horor thriller lewat karakter antagonisnya yang bernama Candyman membuat film ini seakan mengandung nilai yang lebih dari sekadar film horor klasik yang dipenuhi dengan hantu dan adegan jumpscare.

Candyman ini menceritakan seorang pelukis bernama Anthony McCoy yang sedang mencari inspirasi untuk membuat sebuah lukisan, hingga akhirnya dia mulai mendengar cerita mengenai Helen Lyle yang dikisahkan menjadi gila dan meninggal secara mengenaskan akibat keingintahuannya terhadap Candyman. Mendengar mengupas lebih dalam mengenai Candyman, Anthony McCoy seakan memiliki ruangnya sendiri dengan Candyman sehingga dia pun akhirnya membuat lukisan mengenai karakter mitos tersebut. Namun, tanpa dia sadari, ternyata Candyman terhubung dengan masa lalunya yang tidak ingin dia ketahui.

Candyman ini dikisahkan merupakan seorang pembunuh kejam, yang akan muncul saat kalian memanggilnya sebanyak 5 kali di depan cermin sambil menatap bayangan kalian sendiri. 

Katakan "Candyman, Candyman, Candyman, Candyman, Candyman." Maka dengan sekejap sosok Candyman akan berada di bayangan cermin dan langsung membunuh kalian dengan kait yang ada ditangannya. 

Candyman
Jangan sebut nama Candyman di depan cermin kalo nggak mau didatengin ama om om yang satu ini.
Cerita tersebut tentu terlalu fiktif dan sekilas hal tersebut nampak seperti rumor biasa, namun hal itu berubah dengan sekejap saat korban mulai berjatuhan setelah Anthony mengangkat kisah Candyman dalam sebuah pameran lukisan.

Sebagai sebuah film horor, menurut saya Candyman ini berhasil menampilkan suasana horor yang unik, hampir mirip lah kayak film Mirror dimana hantunya baru akan meneror korbannya saat dia berhadapan di sebuah kaca. Candyman ini secara garis besar juga seperti itu, meneror orang yang menyebut namanya di depan cermin, namun perbedaannya, kisah latar belakang Candyman penuh akan nilai historis mengenai perbudakan dan ketidakadilan yang dialami oleh warga kulit hitam di wilayah tersebut. 

Gambaran tersebut dapat dilihat dengan jelas saat scene dimana William Burke menceritakan sejarah lahirnya Candyman yang berawal dari stereotipe yang berlebihan antara kulit hitam dan kulit putih. Ras kulit hitam dulu memang sering direndahkan dan dianggap tidak sama dengan ras kulit putih, berbagai perilaku yang kejam dan tidak adil sering diterima oleh ras kulit hitam yang akhirnya berujung pada dendam dan pembalasan tanpa akhir.

Oiya, Candyman ini juga memiliki gayanya sendiri dalam menggambarkan momen flashback, yaitu dengan menampilkan sebuah animasi sederhana yang pada akhirnya membuat saya yang menontonnya malah dibuat semakin penasaran lagi akan kebenaran dibalik sosok Candyman dan Helen Lyle yang ternyata berkaitan dengan Anthony McCoy saat dia masih kecil.

Keingintahuan saya akhirnya terjawab karena ternyata film Candyman 2021 ini merupakan sekuel dari film dengan judul yang sama yang dirilis pada tahun 1992. Pada film Candyman 1992, ceritanya berfokus kepada Helen Lyle saat dia melakukan investigasi di wilayah Cabrini Green.

Cerita dari film tersebut seakan menjadi benang merah yang sangat memperjelas momen flashback yang ditampilkan dalam Candyman 2021 ini. Maka dari itu, buat kalian yang masih belum paham ama bagian ending-nya, boleh banget tuh lanjut lihat film pertamanya yang rilis di tahun 1992 biar lebih paham lagi ama sejarah munculnya karakter Candyman serta tahu lebih detail gimana nasib Helen Lyle di masa itu.

Secara garis besar, Candyman merupakan film horor yang out of the box, dengan beragam konfliknya yang kompleks serta sosok dibalik Candyman yang ternyata mengandung pencerminan dari nilai historis terhadap kaum kulit hitam yang ada di wilayah US. Buat kalian yang suka genre horor yang nggak terlalu mencekam, Candyman dapat menjadi film pilihan yang mantap. 

Tapi, harus kalian ingat juga bahwa film ini punya adegan thriller yang tentunya nggak terlalu aman buat kalian yang takut akan darah. So, silahkan tulis saja pendapat kalian setelah menonton film ini di kolom komentar.

Score

8/10

Nilai 8 dari saya berkat kualitas ceritanya yang dalam serta peran Michael Hargrove sebagai Sherman Fields alias Candyman yang cukup membuat saya tertarik apalagi saat dia muncul dari tembok di scene pembuka film ini yang menurut saya sendiri adegan itu paling the best sepanjang film ini berlangsung, melihat Candyman yang keluar dari tembok, menggenggam permen sambil bersenandung pelan dengan tangan satunya yang berupa sebuah kait yang tajam layaknya seorang psikopat yang sudah siap menelan mangsanya.

Overall, Candyman sangat saya rekomendasikan buat kalian tonton, ceritanya juga seru kok, nggak gampang bikin bosan, ditambah dengan berbagai adegan thriller yang ditampilkan dengan porsi yang pas, membuat film ini tetap menarik meskipun ditonton berulang - ulang.

***

Sekian yang dapat saya sampaikan terkait review film Candyman. Jika ada kritik maupun saran dari kalian, silahkan tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa untuk selalu kunjungi teh90blog.com untuk mendapatkan review film menarik lainnya.

Terima kasih.

0 Response to "Candyman (2021) Film Review"

Posting Komentar

*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel