Nasib Para Pahlawan Virus Covid-19 - Teh90blog

Nasib Para Pahlawan Virus Covid-19


Gelar pahlawan dulunya ditujukan kepada orang yang rela berkorban jiwa dan raga untuk melawan penjajah dalam usaha memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Namun seiring berkembangnya zaman, gelar pahlawan tak hanya digunakan bagi orang yang melawan penjajah. Profesi seperti Guru, dokter, perawat, polisi, dan tentara juga berhak mendapatkan gelar pahlawan karena mereka telah berjuang demi mempertahankan dan menjamin kelangsungan hidup negara kita tercinta ini.

Nah kali ini saya akan membahas para pahlawan yang berjuang di tengah pandemi Covid-19, pahlawan tersebut adalah para tenaga medis, khususnya para dokter, perawat maupun ahli medis lainnya yang saat ini tengah berjuang di garda paling depan dalam usaha melawan pandemi Covid-19.

Respect tertinggi saya berikan kepada para tenaga medis, karena beban dan tanggung jawab yang mereka bawa begitu besar. Bagaimana tidak? Mereka dengan sepenuh hati bekerja siang dan malam tanpa lelah untuk merawat pasien Covid-19.

Saya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan mental mereka sekarang yang setiap hari harus memakai APD, menangani penderita Covid-19. Sebenarnya bagaimana mereka melawan rasa takutnya? Mengapa mereka masih semangat menghadapi itu semua?

Bayangkan saja jika tiap hari harus memakai APD yang membuat badan jadi sulit bergerak dengan leluasa, ditambah lagi harus menangani pasien Covid-19 yang kadang juga sudah sampai ke tahap yang kritis. Itu semua kalau nggak pake mental yang kuat kan pasti udah sempoyongan badannya.

Resiko pekerjaan tenaga medis sekarang sangat besar, APD dan perlengkapan medis lainnya tidak bisa menjamin kalo mereka bisa terbebas dari penyebaran Covid-19. Padahal setiap tenaga medis itu mempunyai keluarga yang pasti akan mendoakan mereka agar terlindung dari virus Covid-19. 
"Tapi kan itu memang sudah tugas mereka sebagai tenaga medis"
"Itu sudah kewajiban mereka"
Memang benar itu merupakan tugas dan kewajiban mereka selaku tenaga medis. Tapi kan mereka juga manusia, rasa takut itu pasti akan tetap ada. Nah tugas kita sebagai rakyat biasa harusnya ikut membantu mereka agar tugas mereka selaku tenaga medis akan lebih ringan dan wabah Covid-19 ini juga cepat selesai, bukan malah mempersulit keadaan.

Contohnya saja ketika para tenaga medis ramai membuat pesan "Kami bekerja untuk kalian, kalian di rumah untuk kami" di berbagai medsos, pesan tersebut dibuat agar kita sebagai masyarakat dapat membantu mencegah penyebaran Covid-19 dan meringankan beban para tenaga medis. Bukan malah mementingkan diri sendiri dan masih melakukan aktivitas di luar rumah yang berlebihan.

Sebagai masyarakat yang pinter kalau memang disuruh buat di rumah aja, yaudah langsung diem di rumah aja, tingkahnya itu tolong dijaga. Apalagi buat yang udah di zona merah tuh, harusnya kan tau keadaan. Kecuali kalo ada kerjaan ataupun kepentingan lainnya yang mengharuskan untuk keluar rumah ya silahkan saja.

Yang jadi masalah itu keluar rumah tapi kepentingannya cuma nongkrong ataupun cuma jalan-jalan. Itu otaknya yang di dengkul tolong digunain dulu lah, apa nggak kasihan para tenaga medisnya kalo pasien Covid-19 semakin banyak? Rumah sakit di Indonesia itu terbatas, kalo terlalu banyak yang kena Virusnya terus nanti mau ditampung dimana? Di rumah sakit jiwa? Mau nih ditaruh satu ruangan sama orang gila?

Hal lain yang membuat saya geram adalah masyarakat yang menggunakan APD ketika berbelanja di swalayan. Bersikap waspada itu perlu tapi juga jangan berlebihan. APD kan dibuat khusus untuk penanganan medis, bukan untuk masyarakat sipil.

Kalo APD jumlahnya unlimited ya silahkan saja, mau dipakai buat cebok pun nggak bakal ada yang protes. Yang jadi masalah kan sekarang masih banyak tenaga medis yang kekurangan APD, bahkan beberapa dokter dan perawat pun rela menggunakan mantel plastik sebagai pengganti APD karena memang jumlah APD yang ada masih kurang.


Tak cukup sampai disitu, cobaan buat para tenaga medis ternyata masih ada yang lebih miris lagi. Contohnya aja kejadian beberapa hari yang lalu, dikabarkan jika pemakaman perawat korban Covid-19 di Semarang mengalami beberapa kali penolakan.

Mengutip berita dari Suarajawatengah.id, penolakan tersebut bermula dari beberapa kelompok warga setempat yang mengadakan protes saat mendapat kabar bahwa jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Siwarak, lingkungan Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, sesuai dengan permintaan pihak keluarga.

Kabar berita tersebut menjelaskan jika awalnya persiapan pemakaman tersebut sudah kondusif dan telah mendapatkan persetujuan dari pihak terkait. Namun tiba-tiba, muncul beberapa warga yang melakukan protes sampai akhirnya pemakaman pun dialihkan.

Mungkin alasan provokator menolak pemakaman tersebut karena khawatir akan penyebaran virus Covid-19, di tengah kondisi saat ini memang semuanya mudah khawatir. Tapi kan setidaknya jika mau bertindak itu dipikirkan dulu, jenazah itu kan udah disterilkan, ditutup dengan plastik, sudah melalui prosedur yang tepat, terus apa lagi yang mesti dikhawatirkan lagi?

Perlu diingat juga bahwa jenazah itu kan merupakan jenazah seorang perawat yang telah berjuang keras membantu banyak orang yang sedang menderita Covid-19, perawat tersebut adalah pahlawan, dan pahlawan itu harusnya diberi penghormatan yang layak. Bukannya malah mengalami berbagai penolakan.

Perhatian dari berbagai media muncul atas peristiwa itu dan akhirnya 3 provokator ditahan untuk kepentingan penyidikan seperti yang telah disebutkan dalam berita cnnindonesia.com.  Tindakan penahanan memang cukup efektif untuk dilakukan agar para pelaku mendapatkan efek jera atas apa yang telah diperbuatnya. Tindakan tersebut juga dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya jika penolakan pemakaman jenazah Covid-19 harusnya tidak dilakukan.

Materi terkait pengaturan pengurusan jenazah Covid-19 harusnya juga disosialisasikan ke masyarakat luas agar tindakan penolakan pun dapat berkurang sebab masyarakat sudah paham dan mengerti akan tindakan yang harus dilakukan.

Oke mungkin itu saja postingan saya kali ini.

Semua bahan referensi yang saya gunakan dalam proses pembuatan postingan ini saya taruh di kolom komentar.
Jangan lupa untuk selalu kunjungi teh90blog.com agar tidak ketinggalan info menarik lainnya
Terima kasih

0 Response to "Nasib Para Pahlawan Virus Covid-19"

Posting Komentar

*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel