Ada Apa dengan Bupati Klaten? - Teh90blog

Ada Apa dengan Bupati Klaten?


Sri Mulyani selaku Bupati Klaten saat ini tampaknya sedang naik daun, namanya bahkan trending di twitter pada hari Minggu (27/04/20).

Nampaknya hal itu bermula dari beredarnya gambar wajah Sri Mulyani di hand sanitizer yang ternyata hanya sebuah tempelan saja. Sungguh kampanye yang miris, menggunakan bantuan sosial untuk mempromosikan diri.

Sebenarnya, kelakuan dari Sri Mulyani tak hanya itu saja. Foto beliau sekarang tersebar dimana mana, mulai dari kantong plastik, label beras, cover buku, dan masih banyak yang lain.

Oke mungkin itu dilakukan agar masyarakat lebih mengenal dirinya, tapi apakah itu tindakan yang benar? Menurut saya, promosi emang boleh dilakukan, tapi juga harus dalam tahap yang wajar, tidak memaksa.

Contohnya saja, permasalahan foto pada hand sanitizer. Tampak bahwa seluruh bungkus hand sanitizer itu tertutupi oleh wajah Sri Mulyani lengkap dengan mottonya yang tertera jelas di bawahnya. Setelah dilihat lebih jauh, ternyata hand sanitizer tersebut adalah bantuan dari Kemensos, buktinya pun juga sudah jelas bahwa adanya tulisan Kemensos yang terpampang jelas dibalik sticker wajah Sri Mulyani. 

Menurut saya, hal itu sudah keterlaluan dan dapat dipermasalahkan jika Kemensos melakukan tindak lanjut akan hal tersebut, karena dapat dikategorikan sebagai plagiarisme. Sri Mulyani dengan jelas menutup sumber asli dari hand sanitizer tersebut, tidak menampilkan tulisan Kemensos sama sekali, semuanya ditutupi oleh stickernya. Kalaupun memang harus menempelkan sticker, seharusnya tulisan kemensos itu masih ditampilkan. Tidak begitu saja ditutupi tanpa ada dasar yang jelas, emang situ udah punya ijin?

Namun setelah saya riset kembali, tindakan penempelan gambar Sri Mulyani di hand sanitizer ternyata hanyalah sebuah kesalahan. Dilansir dari Detik.com, penempelan tersebut ternyata bagian dari kesalahan tim.

Enak ya sekarang semuanya bisa diselesaikan dengan maaf doang. Minta maaf seakan dijadikan solusi yang sangat efektif, sama halnya ketika ada pasangan yang ngambek trs bilang "Maap ya syg", terlalu klise, common, nggak ada alasan lain yang lebih kredibel gitu? Kalaupun memang itu benar sebuah kesalahan, lalu bagaimana dengan gambar yang lainnya? Yang sudah terpampang jelas di berbagai macam tempat dan barang yang setiap hari kita lihat, apakah itu juga sebuah kesalahan? Sekarang coba kasih alasan tuh kenapa wajahmu ada di kantong plastik, mau kasih alasan kesalahan lagi?

Jujur saja cara Bupati Klaten menarik perhatian masyarakat Klaten saat ini efektif sekali. Bahkan dengan adanya insiden tersebut, saya yakin bahwa masyarakat Klaten akan lebih mengenal siapa itu Sri Mulyani. Yap, seperti yang sudah trending di twitter, Sri Mulyani akan terkenal sebagai #BupatiKlatenMemalukan.

Alih-alih mendapatkan suara, kaum millenial sekarang sudah banyak yang mengecamnya. Memang sih namanya masuk di kolom trending, namun itu bukanlah pencapaian yang positif. Dari tadi saya scroll cuitan terkait #BupatiKlatenMemalukan, namun anehnya tak ada orang yang berusaha membelanya di kolom komentar, kalaupun ada pasti juga langsung abis dilahap netizen. Oiya kalaupun ada yang membela, silahkan kirim ss nya di kolom komentar, mau saya lihat :v

Perilaku lainnya dari Sri Mulyani yang membuat saya gemay yaitu saat beliau membagikan beragam karangan bunga ke berbagai RS. Emang gunanya apa sih? Itu dana daripada buat karangan bunga mending dialihkan ke hal lain yang lebih bermanfaat kan bisa. Sekarang apa gunanya sebuah karangan bunga? Kalau dana yang dihabiskan cuma sekitar 10k mah nggak masalah, tapi ini harganya bisa sampai ratusan ribu sampai jutaan, mubazir itu uangnya. Tolong lah kalo mau manfaatin uang itu juga harus dipikirkan dulu, tau diri gimana keadaannya sekarang, semua orang butuh rasa aman dari Covid-19, bukan butuh karangan bunga.

Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah libatkan rasa ikhlas dalam segala tindakan yang kita lakukan, entah itu pembagian masker, hand sanitizer, bahan makanan pokok. Semua hal tersebut harus dilakukan secara ikhlas tanpa mengharap balasan apapun, tak mengharap balasan bahwa besok kalau pemilu akan dipilih lagi, jangan. Yang berhak membalas itu Tuhan, kita manusia hanya bisa mengikuti alurnya ditambah dengan usaha + doa. Itu saja cukup, nggak usah pakai tempelin
sticker sama karangan bunga :)

Oke mungkin itu saja postingan saya kali ini

Jangan lupa untuk selalu kunjungi teh90blog.com agar tidak ketinggalan info menarik lainnya
Terima kasih

0 Response to "Ada Apa dengan Bupati Klaten?"

Posting Komentar

*Berkomentarlah sesuai dengan isi postingan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel